Selasa, 07 September 2010   28. Ramadhan 1431
Baner

Pengunjung

Ada 24 Tamu online
mod_vvisit_counterHari ini57
mod_vvisit_counterKemarin726
mod_vvisit_counterMinggu ini1960
mod_vvisit_counterBulan ini4334
mod_vvisit_counterTotal96678

Hari ini: 07 Sep 2010

YM: admhidayatullah

sumber: bmg.go.id

Assalamu'alaikum wr.wb
Bagi DPD atau Pengurus Hidayatullah yang ingin mempunyai e-mail dari domain hidayatullah.or.id dengan account e-mail Sebagai berikut:

1.dpd_namadpd@hidayatullah.or.id  Contoh: dpd_bekasi@hidayatullah.or.id *
2.nama_pengurus@hidayatullah.or.id  Contoh: hamba_allah@hidayatullah.or.id **
silahkan kirimkan data DPD/diri anda ke e-mail: admin@hidayatullah.or.id.

Adapun data yang harus anda kirimkan adalah:
1.Nama DPD*
2.Nama lengkap anda**
3.Alamat e-mail yang di inginkan**
4.Alamat e-mail anda untuk konfirmasi (harus ada dan valid)
5.ID Code:kata kunci jika anda lupa password (minimal tiga karakter)**

Adapun Fasilitas yang diberikan untuk e-mail hidayatullah.or.id adalah:
1. Kapasitas yang cukup besar yaitu 6 GB.(6000 MB)
2. Aman dari Virus.
3. Lebih Cepat dalam proses Attachment (melampirkan file)
4. Didukung Pilihan bahasa (+- 40 bahasa)
5. Penjawab Pesan otomatis saat liburan
6. Dapat di links dengan account e-mail yang lain sehingga terintegrasi.
7. Label dan filtering
8. POP dan IMAP
9. Chatting
10.Dan lain-lain silahkan anda berexplorasi.

Syarat penggunaan dan kebijakan dari mail.hidayatullah.or.id:

1. Penyalahgunaan account e-mail yang dilakukan merupakan tanggung jawab sendiri pengguna free account di Mail.hidayatullah.or.id
2. Pengguna tidak diperbolehkan menggunakan account e-mail untuk tujuan spam, email bomb, mail virus, email carding dan sejenisnya.
3. Jika lupa password anda harus mempunyai ID Code, tanpa kode tersebut mail.hidayatullah.or.id tidak akan pernah memberikan password anda yang baru.**
4. Mail.hidayatullah.or.id berhak menghapus Account e-mail anda jika diketahui disalahgunakan.

Wassalamu'alaikum wr.wb


admin@hidayatullah.or.id

Catatan:

*  Berlaku Untuk DPD (Lembaga)
** Berlaku Untuk Pengurus (Personal)

article thumbnail Membiasakan Anak Hidup Bersama Al-Qur'an
Kamis, 28 Februari 2008 | Admin

Oleh: Zulia Ilmawati (Psikolog, Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga)Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Anak shalih shalihah merupakan harta yang...

Baner
Poko-pokok Pikiran, Kiprah dan Perjuangan Ustad Abdullah Said Pendiri Hidayatullah Kini akan ditampilkan di Hidayatullah.or.id Ikuti terus Kisah Perjalannanya hanya di sini.
12
Nov
2009
Anak Muda Retas Dakwah di Pedalaman PDF Cetak E-mail

Wajah Ali Imron (21 tahun) siang itu terlihat sumringah. Pandangannya yang sedari tadi kerap memaku lantai, kini tampak berkaca-kaca di selingi senyum kecil. Bibirnya bergetar.


"Tegang sekali. Alhamdulillah, bisa juga saya selesaikan pendidikan ini dengan baik," katanya mantap saat dimintai kesan selama mengikuti kegiatan pendidikan da’i, ini.

Acara wisuda pelepasan dan penugasan peserta program Kuliah Da'i Mandiri Angkatan VII yang berlangsung pada Ahad, 01 November 2009 lalu, ini memang tak semeriah dengan acara-acara penutupan yang telah gelar di beberapa tingkatan sebelumnya.

Tapi, ini tentu saja tak mengurangi kesakralan seremoni acara yang berlangsung di Aula Masjid Baitul Karim, Jakarta Timur, ini. Dua hari sebelum acara penutupan, yakni Jum’at-Sabtu (30 -31 Oktober) dilakukan pemantapan kemampuan leadership para peserta yang juga disesaki sejumlah peserta dari Kota Bekasi dan Bogor.

Imron yang asli Jember, Jawa Timur,  memang patut berbangga. Dia bersyukur dapat mengikuti program pendidikan untuk da'i ini. Dia mengakui, sekolahnya hanya sampai tingkat sekolah dasar. Mau lanjut SMP modal tak ada. Orang tuanya pun ogah lagi mengusahakan.

Tapi entah kenapa, dari daerah Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dia malah di beri tugas untuk mewakili daerah tersebut untuk mengikut program ini.

Sejak tahun 2008 lalu, Imron memang sudah bergabung dengan Pesantren Hidayatullah Malinau yang letaknya di dalam hutan. Sehari-hari kerjanya adalah mengasuh santri belasan orang dan membabat rumput, selain sebagai tukang. Sejak itu, sekolah tak lagi pernah ia bayangkan.

"Bersyukur sekali saya, Allah masih beri saya peluang untuk belajar lagi," kata mantan penjual bakso keliling di Kota Malinau ini.

Di usianya yang terbilang masih muda ini, Imron sudah meninggalkan tanah kelahirannya. Tahun 2006 lalu, dia keluar kandang dari Kota Jember.

Destinasi impiannya waktu adalah Kalimantan Timur. Imron tertarik. Sebab kata dia,  ada iming-iming dari temannya yang mengatakan mudahnya dapat pekerjaan di wilayah ini. Namun belakangan, ternyata kawannya tersebut mengkhianatinya.

Dimasa transisi iman dan finansial itulah, Imron dijangkit stress. Tidurnya tidak jelas, berpindah dari masjid ke masjid. Terkadang hari ini mendadak jadi takmir masjid, esok harinya dia menjadi pedagang bakso. Kadang pula berprofesi sebagai kuli bangunan. Teman yang diharap menjadi teman senasib itu telah mengkhianatinya sejak awal. Uang Imron sebanyak 1 juta lebih yang dititipkan padanya di bawa kabur. Kini, kawan dia itu tak jelas rimbanya.

Ketika dalam kondisi kemaruk itu dia kemudian mulai agak dekat-dekat dengan Tuhan. Hatinya terasa kering kerontang seperti ikan yang dilepas di padang pasir.

"Disinilah pertama kali keinginan masuk pesantren itu membuncah. Pokoknya apapun jadinya, saya harus masuk pesantren," kata pria berparas kontras dengan usianya ini.

Atas kesadaran sendiri, dia akhirnya menjatuhkan pilihannya ke Pesantren Hidayatatullah Malinau. Pekerjaannnya sebagai buruh pengupas kulit udang di pelabuhan ia tanggalkan. Bosnya yang tipikalnya kasar sempat kaget juga dengan keputusan sepihak dari Imron itu.

Pasalnya, Imron belum lama bekerja di pusat penjualan udang milik saudagar Bugis ini, tapi langsung mengajukan 'surat' pengunduran diri beberapa hari kemudian.

"Saya mau masuk pesantren, Pak," katanya pada bosnya. Sang bos tak bisa berbuat banyak untuk menahan Imron. Imron sudah bulat. Sebulat tekadnya untuk segera kembali ke Malinau segera setelah acara pelepasan siang hari itu.

"Saya sudah mantap disini (Pesantren Hidayatullah), apapun posisi dan pekerjaan saya," imbuh Imron.

 



Bekal Keyakinan Retas Dakwah di Tanah Lahir
Setali dua uang dengan Imron, Mukhtar Efendi yang berasal dari Jambi, pun merasakan hal yang sama. Ia juga tak sekolah sampai tinggi. Dia hanya sempat mengecap nikmatnya pendidikan sampai SMA. Mau kuliah dana tak mumpuni. Tak ada pula potensi sumber dana yang bisa dikerok.

Persoalan finansial, aku dia, menjadi perkara klasik yang tak diinginkannya. Namun, kesempatan mengikuti program pendidikan Kuliah Da'i Mandiri yang berlangsung selama 3 bulan ini, membuatnya seakan melepas dahaga berkepanjangan itu.

"Bukan saja ilmu agama, saya juga bangga bisa mendapatkan ilmu terapan semacam ilmu komputer, thibbun nawabi, dan tulis-menulis," ujar pria yang sudah beristri ini.

Efendi baru enam bulan lalu mengenal Pesantren Hidayatullah di Jambi. Dulu mengaji, kata dia, tidak bisa sama sekali. Bahkan akunya, baca Qur'an baginya adalah pekerjaan yang sangat berat sehingga ia sempat putus asa. "Saya pernah bilang, sudahlah memang lidah saya sudah diciptakan seperti ini," kenang dia.

Tapi selama enam bulan tinggal di pesantren, pelan-pelan dia terbiasa dan bisa menamatkan minimal sebulan sekali.

"Dulu, sholat pun seenaknya saja. Sekarang, Alhamdulillah, saya semakin sadar apa tujuan hidup ini. Sholat adalah hal yang prinsip," imbuh Efendi.

"Insya Allah, besok saya berangkat ke tempat tugas. Semoga bisa betul-betul berjuang di sana," tambah pria enerjik yang bertugas di Kabupaten Muaro Jambi, ini.  Allahu Akbar..!!

Dakwah, Proyek Besar Dunia Akhirat
Ketua Departemen Sumber Daya Insani Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah Abdul Muhaimin dalam sambutan pada acara Wisuda dan Penugasan Da’i Nusantara tersebut, mengatakan orang pintar di Indonesia sudah banyak dan tak akan kekurangan. Tapi menurut dia, hanya sedikit saja yang memiliki kesadaran intelektual ideologis.

”Yakni, mereka yang memiliki kesadaran untuk turut mengambil bagian dalam gerakan dakwah Islam ini. Seperti Anda-Anda inilah yang sedikit itu, Maka, yakinlah antum dengan tugas ini. Allah tak pernah terlambat pertolongannya,” jelas pria yang selalu bersemangat ini.

”Tidak main-main, ini adalah pekerjaan dan proyek besar yang hanya bisa dikerjakan oleh orang-orang besar. Bersyukurlah Anda termasuk dalam pilihan itu,” tukasnya. [ai/www.posdai.com]

Komentar (3)Add Comment
Inallah ma'akum
Komentar Oleh Abu Zahra, 25 May 2010
Sungguh mulia tekad para dai ini ketika semua orang mencari harta dan kedudukan, namun jalan dakwah menjadi pilihan ingatlah bahwa Allah beserta kita dan balasan dari Allah tiada terhingga ( ajrun goeru mamnum)..........Allahu Akbar...
...
Komentar Oleh Abi Syifa, 15 June 2010
antara kita dengan Rasul itu beda sedikit
rasul sedikit tidur kita sedikit2 tidur
rasul sedikit tertawa kita sedikit2 tertawa
rasul sedikit menangis kita sedikit2 menangis
rasul sedikit ngeluh kita sedikit2 ngeluh
kita sedikit2 makan rasul sedikit makannya
ayoo mujahid Hidayatullah kita kejar perbedaan kita yang "sedikit" dengan rasul dimanapun kita di tugaskan dan ditempatkan kita bersamina wa athona
isykariman au mutsyahidan
Komentar Oleh naufal, 19 June 2010
selamt berjuang para mujahid smg ALLAH slalu bersama orng2 yg yg berjuang di jln NYA
ingatlah brang siapa menolong agama Allah maka niccaya Allah akan menolongnya.ALLAH AKBAR...........

Tulis komentar.
Perkecil | Perbesar

busy
 
Sisa   Hari

 : : 
[Ramadhan 1431 H]

Rekening Donasi

Sistematika Wahyu

 Metodologi pembinaan dengan mengacu kepada proses tarbiyah Allah kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam di Gua Hira dengan materi tahapan nuzul-nya wahyu. Berdasarkan pendapat pakar tafsir dari kalangan sahabat, Ibnu Abbas, yaitu : al-‘Alaq, al-Qalam, al- Muzzammil, al-Muddatsir dan al-Fatihah. Ditutup dengan surat al-Fatihah, karena ia induk al-Quran (Ummul Qur’an).

Taushiah Dewan Syura & DPP

 Kolom ini menampilkan Thaushiah dari Dewan Syura Hidayatullah dan Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah. Semoga dengan taushiah-taushiah tersebut dapat memberikan pelajaran dan memperoleh nilai manfaat bagi pembaca atau pengunjung.

Berita dan Informasi

 Berita dan informasi seputar program dan kegiatan Hidayatullah, serta berbagai kegiatan yang ada di daerah, sebagai aplikasi dalam membangun peradaban. Untuk itu kepada Dewan pimpinan Wilayah (DPW), dan Dewan pimpinan Daerah (DPD) dapat memberikan kontribusi dalam hal informasi kegiatan yang ada di daerahnya masing-masing. Data dapat di kirimkan ke e-mail: redaksi [at] hidayatullah [dot] or [dot] id.