05 Jan 2010 |
|
Hidayatullah yang kini telah menyebar di 285 kota/kabupaten se – Indonesia adalah bagian integral dari proses pencerahan kebangsaan menuju Indonesia yang lebih bermartabat. Puluhan ribu da’i telah ditugaskan untuk melayani kebutuhan umat, di samping berjuang memperluas jaringan dakwah ke tempat yang lebih terpencil. Da’i-da’i yang ditugaskan, kini telah menembus tempat-tempat yang sangat terpencil dan beresiko seperti Wamena (Papua), Meulaboh (Aceh), Mentawai (Sumbar), Pulau Buruh (Maluku), Natuna (Kepri) dan kawasan lainnya. Para da’i yang bertugas berbekal seadanya, mereka tulus dan ikhlash karena tanggung jawab mengangkat martabat umat Islam dan bangsa Indonesia secara menyeluruh. Mereka sadar, bahwa tugas ini menjadi investasi yang bernilai tinggi untuk dunia dan akhirat, sehingga apa pun yang terjadi, mereka tidak akan pulang sebelum ada penarikan atau mutasi ke tempat yang lain. Untuk menjawab kebutuhan da’i dari seluruh nusantara, Departemen Dakwah DPP Hidayatullah lewat lembaga Pos Da’i (Program Sejuta Da’i) membuka program Tadribuddu’at (Kuliah Da’i Mandiri) yang secara khusus mencetak da’i yang siap terjun di arena dakwah. Program Kuliah Da’i Mandiri (KDM) untuk saat ini dipusatkan di Tiga wilayah; untuk wilayah jawa dan sekitarnya dipusatkan di Bogor, untuk wilayah Timur dipusatkan di Makassar, dan untuk wilayah Barat dipusatkan di Palembang-Sumsel. Terpilihnya Hidayatullah Palembang sebagai tempat pelaksanaan program KDM adalah letaknya diapit oleh Empat Propinsi yang berdekatan, yakni Bengkulu, Jambi, Lampung, dan Bangka Belitung, disamping itu pula kampusnya cukup luas (20 Ha) di pinggir jalan poros. Program KDM di palembang telah aktif belajar sejak Tgl 3 Desember 2009 dan diresmikin oleh Ketua Pos Da’i Jakarta pada Tgl 31 Desember 2009. Pesertanya 21 orang yang berasal dari 4 (Empat) Propinsi.*Ust. Wahyu Rahman
Tanda sebagai kegemaran
Bookmark
eMail ini
Hits: 475 Komentar (0)
![]() Tulis komentar.
|
















Metodologi pembinaan dengan mengacu kepada proses tarbiyah Allah kepada Rasulullah shalla-llahu 'alaihi wa sallam di Gua Hira dengan materi tahapan nuzul-nya wahyu. Berdasarkan pendapat pakar tafsir dari kalangan sahabat, Ibnu Abbas, yaitu : al-‘Alaq, al-Qalam, al- Muzzammil, al-Muddatsir dan al-Fatihah. Ditutup dengan surat al-Fatihah, karena ia induk al-Quran (Ummul Qur’an).
Kolom ini menampilkan Thaushiah dari Dewan Syura Hidayatullah dan Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah. Semoga dengan taushiah-taushiah tersebut dapat memberikan pelajaran dan memperoleh nilai manfaat bagi pembaca atau pengunjung.
Berita dan informasi seputar program dan kegiatan Hidayatullah, serta berbagai kegiatan yang ada di daerah, sebagai aplikasi dalam membangun peradaban. Untuk itu kepada Dewan pimpinan Wilayah (DPW), dan Dewan pimpinan Daerah (DPD) dapat memberikan kontribusi dalam hal informasi kegiatan yang ada di daerahnya masing-masing. Data dapat di kirimkan ke e-mail: redaksi [at] hidayatullah [dot] or [dot] id.