Keberuntungan Dekat dengan Orang Mukmin

Oleh Ust Hamim Thohari*

PENGARUH teman sungguh sangat besar. Rasulullah SAW memberi gambaran yang sangat pas tentang teman. Beliau bersabda:

“Perumpamaan teman yang baik dan perumpamaan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, setidak-tidaknya engkau tetap dapat bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap akan mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, setidaktidaknya engkau tetap dapat bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap akan mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ada dua keuntungan yang bisa didapat dari berteman dengan orang baik. Pertama, kita akan terpengaruh atas kebaikannya. Aura teman yang baik akan memancar, memberi pengaruh positif, dan mengubah akhlak menjadi mulia dan terpuji.

Orang yang bergaul dengan teman yang baik, tanpa disadari akan menjadi baik. Kata-katanya terkontrol, perbuatannya terjaga, dan adabnya mulia. Jika masih ada kehendak-kehendak jahat dalam dirinya, masih ada penjaga yang dapat djandalkan, yaitu sifat malu. Malu kepada Allah SWT dan malu kepada teman baiknya.

Keuntungan kedua, bimbingan, arahan, tausiyah, dan nasehat senantiasa akan didapat dari teman yang baik. Teman baik tentu tidak akan membiarkan temannya terjerumus dalam kesesatan. Teman yang baik akan menghentikan langkah kaki temannya yang menjurus ke jurang kehancuran.

Teman yang baik akan menghentikan ayunan tangan temannya yang mengarah kepada kejahatan. Teman yang baik akan menghentikan lisan temannya yang berkata-kata kasar, kotor, keji, bohong, dan munkar.

Selain dua keuntungan tadi, masih ada manfaat lain. Kecintaan dan doanya sangat kita butuhkan. Teman yang baik akan senantiasa mendoakan kebaikan bagi kita, baik saat diminta ataupun tidak diminta. Saat kita masih hidup atau pada saat kita sudah meninggal dunia.

Tak hanya itu, teman yang baik akan memberi pertolongan terakhir saat kita di akherat. Jika nanti kita divonis masuk “neraka”, masih ada teman baik kita yang bisa diharapkan akan dapat menolong kita, yaitu dengan memberikan syafaat bagi kita.

Rasulullah SAW bersabda,

“Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari nereka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudaranya-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari Kiamat. Mereka memohon, Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat dan juga haji.”

Dijawab, “Keluarkan (dari nereka) orangorang yang kalian kenal”. Hingga wajah mereka diharamkan dibakar oleh api neraka.”

Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka. Ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah SWT;, “Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka sudah tidak tersisa”.

Allah berflrman, “Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman walau seberat dinar.” Maka orang mukmin yang disiksa di neraka banyak yang dikeluarkan. Kemudian mereka melapor, “Wahai Tuhan, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas.” (Riwayat Muslim)

*Anggota DPPU Hidayatullah. Artikel ini diambil pada majalah Suara Hidayatullah edisi September 2019.

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.