BMH Bali Serahkan Wakaf Qur’an ke Singaraja

Hidorid Hidorid1Hidayatullah.or.id — Team Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (LAZNAS BMH) Cabang Denpasar meluncur ke Kota Pelajar Singaraja, sebuah kabupaten paling utara di wilayah Provinsi Bali yang berjarak kurang lebih 81,5 Km, Senin siang (31/08/2015).

Berbekal Al-Qur’an amanah dari BMH Jakarta, team dengan mengendarai sepeda motor mulai membelah kota Denpasar menuju Kabupaten Tabanan.

Sore harinya, tim beristirahat sejenak di Pelataran Masjid Bambu Kuning menikmati sesaat pemandangan Danau Beratan yang gambarnya terdapat di uang kertas pecahan lima puluh rupiah.

Usai selesai sholat Ashar berjamaah, team yang dikomandani oleh Nur Yaddin, segera meluncur menaklukan jalan berliku-liku dengan kemiringan cukup terjal menuju Kabupaten Buleleng.

Pukul 17.15 wita team sudah tiba dengan selamat di tempat tujuan, tepatnya didaerah Banyuasri, Buleleng, Kota Singaraja.

Tim langsung bergabung dilantai dua mushollah setempat bersama Ustadz Sholihin yang sedang mengajar TPA untuk anak-anak. Dengan ramah beliau menyampaikan kepada anak didiknya dan mempersilahkan kepada BMH untuk melakukan distribusi dan pengambilan gambar dokumentasi.

Setelah Shalat Isya, rombongan kembali bergabung dengan Ustadz Sholihin untuk membaur dengan kelompok bapak-bapak yang setiap malam Senin belajar bersama mengaji di Musholla tersebut.

Pengajian bapak-bapak dan anak-anak binaan Ustadz Sholihin yang sudah tiga tahun berlalu ini mengawal hidayah Allah kepada para muallaf ini semakin ramai adanya.

“Saya ingin sekali ada teman kader-kader Hidayatullah yang siap berjuang di sini. Saya kepingin ada yang mengantikan ketika saya ada jadwal di luar untuk memenuhi undangan jama’ah. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, ada kawan, khususnya tahfidz yang bergabung memperkuat tim di Kota Pelajar ini,” ujarnya penuh harap.

Ini sejalan dengan harapan anak-anak didiknya, sebut saja Harianto, anak muallaf yang sudah kelas II SMP swasta di Kota ini.

“Saya dulu anak ‘kurang baik’, tapi setelah diasuh sama Ustadz Sholihin, dari yang awalnya tidak bisa mengaji. Alhamdulillah sekarang sudah hafal 1,5 Juz. Saya hafalkan disela-sela waktu belajar di SMP bersama rekan-rekan yang lainnya,” ujar Harianto polos.

Malam semakin larut, tim bersiap kembali ke Kota Denpasar. Berbekal jaket yang sudah disiapkan, tim kembali harus menerobos kabut tebal nan suhu ekstrim dingin dari Danau Beratan.

Dinginnya malam menjadi tantangan tersendiri untuk di’taklukan’ dan Alhamdulillah, setengah dua belas malam, tim BMH Bali tiba di kantor Denpasar dengan selamat.

“Lelah sih dalam perjalanan, tapi Alhamdulillah amanah sudah tertunaikan,” ujar Ami Gumilang diamini Uput dan Aroby dengan raut muka kelelahan. (Yusran Yauma)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.