Qurban Masuk Desa Dinikmati Suku dan Muallaf Pedalaman

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Hari Raya Idul Adha 1438 telah kita lalui. Program “Qurban Masuk Desa” yang diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) pun terlaksanan dengan baik. Tidak saja menyasar masyarakat kota, distribusi qurban juga menembus suku terasing dan muallaf pedalaman.

Sebaran hewan qurban dalam program “Qurban Masuk Desa” didistribusikan ke wilayah dan kawasan terpencil di Indonesia baik di Provinsi Papua hingga ujung Sumatera.

Selain itu, Laznas BMH juga menyalurkan qurban ke kawasan pemukiman suku terasing di pedalaman. Diantaranya ke Suku Baduy, Suku Togutil, serta menyasar muallaf Suku Wanna di pedalaman Sulawesi Tengah.

“Di Sulawesi Tengah Qurban Masuk Desa hadir di Suku Wana Morowali Utara. Di Maluku Utara hadir di Suku Togutil Halmahera, dan di Jawa Barat hadir di Kampung Baduy,” terang Direktur Program dan Pendayagunaan BMH Pusat Dede HB.

Di pedalaman Maluku Utara, qurban dilaksanakan di Desa Wasileo atau Patlean Kecamatan Maba Utara dan Desa Woda Kecamatan Oba Kabupaten Tidore Kepulauan Maluku Utara.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), selain di Kota Kupang, Laznas BMH mendistribusikan hewan Qurban ke Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja dan meneruskan hewan dari umat ke daerah pelosok atau daerah terpencil di wilayah NT.

“Di antaranya TTS sebanyak empat titik dan daratan Flores tepatnya Pulau Longos yang berada di Manggarai Barat sebanyak dua titik,” terang Kepala BMH Perwakilan NTT Rasman Tkella.

Kata Rasman, pada tahun lalu atau 2016 sumbangan hewan qurban hanya didaratan Timor. Namun untuk tahun ini kata Rasman, BMH NTT mendistribusikan hewan qurban juga untuk masyarakat di pulau Flores.

Di Morowali Utara Sulawesi Tengah, BMH bekerjasama dengan Pos Dai menyalurkan amanah qurban para mudhohhi ke pemukiman Suku Wanna di Dusun Fatu Marando Desa Salubiro Kecamatan Batu Rube.

“Ini merupakan Idul Adha pertama untuk pemukiman yang baru satu tahun berjalan ini berdiri,” ungkap Koordinator Dakwah Suku Wanna Ustadz Abdul Muhaimin yang juga dai BMH Pos Dai.

Kepala Suku Wanna yang membawahi seluruh warga suku di Dusun Fatu Marando dan Salubiro mengucapkan terimakasih.

“Terima kasih, kami sengan ada sapi, kami bahagia dengan Islam. Kami minta lampu di rumah-rumah kami,” ucapnya yang diterjemahkan oleh Daniel tokoh penggerak Suku Wanna.

Sebagai informasi, Suku Wanna di Dusun Fatu Marando baru belajar hidup secara menetap. Sebelumnya mereka masih nomaden di gunung-gunung.

Di dusun ini rumah-rumah yang dihuni sangatlah sederhana dan karena kampung baru, belum ada listrik, akses jalan, apalagi sinyal hape.

Untuk sampai ke lokasi saja, tim harus melawan arus Sungai Bongka selama enam jam dengan arus yang sangat kuat.

Di Suku Baduy Dalam, BMH mendistribusikan sejumlah hewan qurban berupa sapi dan kambing ke Desa Kebon Cau Kecamatan Bojong Manik.

Untuk daerah ini BMH mendistribusikan 15 ekor kambing dan sapi yang semua pengadaannya bekerjasama dengan peternak setempat sebagai upaya membangkitkan energi pemberdayaan peternak desa.

“Alhamdulillah, tim BMH diterima dengan ramah dan hangat oleh masyarakat Baduy. Kepala suku dan masyarakat di sini tak hentinya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kebaikan hati para pequrban. Qurban BMH suku di Baduy sendiri bisa menjangkau tiga titik pemukiman,” ujar kordinator distribusi qurban BMH wilayah Banten, Arif Rahman.

Kepala Program dan Pendayagunaan BMH Pusat Dede HB mengatakan Qurban Masuk Desa merupakan program yang sangat strategis, utamanya dalam mewujudkan kebahagiaan masyarakat desa yang cenderung konsumsi dagingnya tidak seperti masyarakat di perkotaan.

“Qurban Masuk Desa kita harapkan dapat mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang diusung pemerintah dalam upaya terwujudnya ketahanan pangan dan peningkatan gizi bagi masyarakat desa,” tuturnya seperti dilansir Humas Laznas BMH.

Pada saat yang sama, sekalipun digital telah menjadi gaya hidup seluruh lapisan masyarakat, namun di desa-desa tertentu akses untuk berfungsinya smartphone tidak secepat di perkotaan.

Oleh karena itu, qurban di desa-desa akan mendorong massifnya syiar dakwah akan ibadah qurban di desa.

“Terlebih tidak sedikit desa-desa yang dalam satu tahun tidak mendapatkan distribusi hewan qurban,” imbuh Dede.

Qurban Masuk Desa juga dapat mendorong terpeliharanya semangat hidup gotong royong masyarakat, sehingga momentum qurban mencakup semua sisi kehidupan masyarakat, terutama di pedesaan.

“Selain itu, dengan Qurban Masuk Desa, kita dapat menghindari terjadinya penumpukan daging qurban, khususnya di perkotaan. Kadang satu rumah tangga bisa menyimpan daging qurban sampai berbulan-bulan, sementara di desa-desa ada yang kebagian daging pun tidak,” tegas Dede.

Melalui Qurban Masuk Desa ibadah qurban kita akan menjadikan semua bahagia. Dan, Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin juga dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh kaum Muslimin dan warga NKRI. Semoga. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.