BMH Salurkan Al-Quran untuk Minoritas Muslim Pedalaman

Pengurus BMH Sumut menyerahkan Alquran kepada masyarakat minoritas Muslim di Kabupaten Karo.

DELI SERDANG (Hidayatullah.or.id) Hasil survei Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menyebutkan bahwa 65 persen umat Islam di Indonesia ternyata masih buta aksara Al-Qur’an dan 35 persennya hanya bisa membaca Alquran saja. Sedangkan yang membaca dengan benar hanya 20 persen.

Tentunya hasil survei tersebut sangat meyedihkan yang mana Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar di Indonesia.

Maka dari itu lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) turut serta berperan memberantas buta huruf Al-Quran.

Kali ini melalui Program Sedekah Al-Quran, BMH perwakilan Sumatera Utara telah menyalurkan bantuan mushaf untuk didistribusikan ke daerah-daerah yang sangat membutuhkan.

Kepala BMH Perwakilan Sumatera Utara, Lukman A Mutthalib mengatakan, ia bersama tim program BMH Sumut melakukan survei progres pembangunan Rumah Quran di Lau Gedang, Deli Serdang, Ahad (2/2/2020).

Pada Senin (3/2/2020), mereka  melanjutkan survei untuk menyalurkan Al Quran di dua desa minoritas di Kabupaten Karo. “Tepatnya di Desa Tanjung Pulo,  Kecamatan Tiganderket dan Desa Kutabuluh,  Kecamatan Kutabuluh,” jelasnya

Manager Program BMH Sumut, Irfan Mendrofa mengatakan, kedatangan BMH ke lokasi tersebut berkat informasi dari Komunitas Gerakan Sumut Mengajar (GSM) yang tengah melakukan pembinaan di lokasi tersebut.

“Sebuah pemandangan yang mengharukan sesungguhnya melihat sekelompok anak muda yang mengorbankan masa libur kuliahnya untuk membina masyarakat pedalaman. Kami sangat apresiasi,” ungkapnya.

Tiba di Masjid Istiqomah Kutabuluh, kehadiran tim BMH Sumut disambut hangat oleh GSM dan seorang dai, Ustaz Muhammad Soleh Harahap.

“Kami berterima kasih atas kunjungan dan perhatian BMH terhadap dakwah di kampung kami ini. Insya Allah ini menambah semangat kami, bahwa kami tidak sendirian di sini,” kata Ustaz Soleh dengan semangat.

Ia menjelaskan bahwa Masjid Istiqomah tersebut  merupakan masjid satu-satunya di Desa Kitabuluh. “Perjuangannya luar biasa. Guru agama menjadi hal yang sangat langka di sini,” katanya.

Lebih lanjut, Irfan menggungkapkan sebanyak 55 Alquran dan 50 Iqro disalurkan untuk TPA di dua desa tersebut.

“Memang memprihatinkan, anak-anak yang belajar ngaji harus bergantian menggunakan Alquran dan Iqro milik masjid.” tuturnya. “Ayo siapa yang mau Quran dan Iqro baru,” seru Irfan yang kemudian disambut acungan telunjuk oleh anak-anak.

“Terima kasih, abang-abang BMH datang membawakan kami Iqro dan Alquran. Kami janji akan lebih semangat belajar Alquran,” ucap seorang santri yang akrab disapa Dendi.

Selain Dendi, Aisyah juga mengungkapkan hal yang sama. “Sangat senang dapat Iqro ini. Iqro yang kemarin sudah rusak dan gak bagus lagi. Dan ini boleh dibawa pulang, jadi bisa belajar di rumah juga,” tuturnya.

Artikel Ini Pertama Kali Terbit Di Republika.co.id dengan judul “BMH Salurkan Alquran ke Minoritas Muslim di Pedalaman”

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.