Selamat Jalan Ustadz DR Abdul Mannan

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Sore ini saya tinggalkan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak, lebih awal. Qodarullah, datang Bang Malik mendekati kami dan mengatakan ingin ikut kembali ke Depok.

Di tengah perjalanan, saat kendaraan melaju di tol saya sempat bertanya kepada Bang Malik, perihal kondisi Ustadz Dr. Abdul Mannan.

Alhamdulillah beliau membaik. Kemarin saya telpon Bu Sarah (putri sulungnya),” ucapnya yang kusambut dengan ucapan ‘Alhamdulillah.

Waktu pun bergulir, usai singgah di kisaran Cilodong untuk satu keperluan, saya dan rombongan segera melaju ke Pesantren Hidayatullah Depok.

Tak ada firasat, tak ada tanda-tanda tertentu yang datang, tiba-tiba di sebuah grup WA muncul berita duka langsung dari salah satu anak beliau, Bapak Muhammad Sulthon.

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Baru saja kembali kepada Allah, Ayahanda saya Bapak Abdul Mannan.

Semoga Allah mengampuni dosa beliau.

Mohon kerelaan jama’ah Hidayatullah untuk memaafkan kesalahan beliau selama hidup. Terima kasih banyak atas kasih sayang jamaah semua kepada Ayah saya selama ini. Jazakumullah khairan katsira.”

Beliau meninggal dunia pada 8 Ramadhan 1442/ 20 April 2021 sekira pukul 17:00 WIB di RS Mitra Keluarga Depok.

Bukan hanya saya, banyak pihak seakan tak percaya dengan berita itu. Beberapa kolega dari daerah langsung telpon dan kirim pesan via WA kepada saya, ingin memastikan berita duka ini.

Tegas yang Penyayang

Ustadz Dr. H. Abdul Mannan, MM adalah sosok yang tegas. Beliau tidak mengatakan melainkan telah beliau lakukan dan rasakan.

Kalimat-kalimatnya disampaikan dengan intonasi khas yang menjadikan banyak orang menangkap bahwa ketegasannya amat kuat.

Saya sendiri selama mendampingi beliau menyaksikan berulang kali perihal ketegasan ini. Jika sudah mengambil keputusan maka tidak akan pernah diubah. Jika memiliki tekad sesulit apapun akan beliau lakukan.

Saat saya mendampingi beliau di STIE Hidayatullah Depok, pernah dalam sebulan – setiap hari – saya diminta mendampingi beliau keliling Depok untuk menyambangi satu persatu mahasiswa STIE yang KKN di masjid selama 8 bulan.

“Bagaimana kabarmu, Di,” tanya beliau ke seorang mahasiswa yang KKN di Kalibaru Depok. Melihat di kamar tinggal tidak ada rice cooker dan persediaan beras, beliau langsung mengeluarkan uang dari saku celananya.

“Ini buat beli rice cooker dan beli beras, ya.”

Begitu terus dari satu masjid ke masjid lain, yang seingat saya tidak kurang hampir 30 masjid.

Saat di mimbar pengajian Malam Kamis di Depok kala itu, beliau sampaikan bahwa dalam dakwah jangan pernah ada takut. Allah menjamin rezeki setiap kita. Namun, di balik itu semua, beliau turun tangan, mendatangi satu persatu murid-muridnya untuk memastikan mereka tidak kekurangan apapun.

Teladan Kedisiplinan

Satu keteladanan yang amat kuat dari Ustadz Dr. Abdul Mannan, MM adalah kedisiplinan.

“Wi,” biasa beliau memanggil saya dengan sapaan itu. “Besok kita ke JCC, jam 6 pagi, ya,” katanya menginformasikan agar saya menemani beliau.

Jam 6 kurang 10 menit saya sudah di perempatan Perum Hankam menanti beliau datang.

Lebih-lebih kalau soal kuliah, pengajian dan agenda di masjid, beliau akan memanggil saya dan meminta saya untuk mengkondisikan mahasiswa dengan baik.

“Jam 8 malam sudah harus kumpul semua, Wi,” katanya saat mengingatkan pengajian Malam Kamis kala itu.

Dari perintah-perintah beliau itu, lambat laun membentuk karakter kedisiplinan dalam diri saya. Sangat tidak enak rasanya terlambat dalam satu momentum, apalagi jika tidak karena hal yang bisa terkategori udzur.

Pengalaman ini juga dirasakan oleh hampir semua murid-murid beliau, terutama yang saya tahu di STIE Hidayatullah Depok. Jika ada mahasiswa terlambat, beliau persilakan mengikuti kuliah di luar pintu.

Kini sosok Ustadz Dr. Abdul Mannan telah menghadap keharibaan Ilahi. Semua berduka, bahkan hampir semua nyaris tidak percaya. Selamat jalan Ustadz Dr. Abdul Mannan, MM. Kami mencintaimu karena Allah. Semoga Allah muliakan dikau di sisi-Nya. Aamiin.*/Imam Nawawi (Ketum PP Pemuda Hidayatullah)