Hidayatullah Dukung Gagasan Kembangkan Pesantren Berwawasan Bahari

Kekayaan maritim Indonesia

Kekayaan maritim Indonesia

Hidayatullah.or.id — Potensi perikanan dan maritim Indonesia, merupakan sumber ekonomi masyarakat di kepulauan dan pesisir. Dari sinilah masyarakat muslim hadir membentuk komunitas pesantren pesisir di beberapa wilayah kelautan dan kepulauan di tanah air.

Dari sinilah pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memandang perlu memperkuat komunitas pesantren berwawasan bahari di Indonesia.

“Potensi lokal pesantren di wilayah maritim ini perlu dikembangkan dan dibantu,” ujar Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Ace Saepudin, beberapa waktu lalu.

Menurut Ace pentingnya pengembangan pesantren bahari dikarenakan dari komunitas pesantren pesisir inilah masyarakat muslim tradisional menjaga potensi kelautan. Dengan pengembangan pesantren bahari ini, tidak hanya meningkatkan kualitas pemahaman agama masyarakat pesisir. Tapi juga berbagai pengetahuan potensi ekonomi dan perikanan disana.

Ace mengungkapkan, Kemenag akan bekerjasama dengan Fakultas Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. “Beberapa dosen pun akan diajak ke beberapa pesantren pesisir melihat potensi perikanan dan tambak yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Ini kata Ace sekaligus transfer pengetahuan antara akademisi ke masyarakat pesisir. Agar ilmu kelautan dan perikanan langsung bisa dirasakan pesantren pesisir.

Saat ini, kata Ace, setidaknya sudah 120 pesantren yang tergabung di pesantren bahari. Beberapa pesantren bahari tersebut terdapat di wilayah, pantai utara Jawa Tengah dan Timur, dan wilayah pesisir dan kepulauan di Gorontalo. Kedepan ia pun berharap ada kerjasama yang terus menerus bersama dengan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengelolaan perikanan lebih jauh.

Ia mengungkapkan, Pesantren Bahari merupakan Ponpes yang letak geografisnya berada tidak jauh dari laut atau yang memiliki kegiatan produksi di bidang kelautan dan perikanan serta melaksanakan pelatihan kelautan dan perikanan, baik formal maupun non formal. Saat ini sudah ada sebuah komunitas pesantren bahari yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pesantren Bahari (FSPB).

Hidayatullah kini telah menjadi salah satu pioner pesantren bahari itu dengan terlibat aktif dalam program pengembangan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan dalam meningkatkan kemampuan anggota masyarakat, khususnya pelaku utama kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pesantren Hidayatullah Balikpapan dirangkul oleh KKP dalam sinergi program unggulan pembentukan dan pengembangan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di kota tersebut.

Belum lama ini bersama dengan RM Torani digelar pelatihan pengelolaan tataboga ikan bandeng yang dilaksanakan secara paralel sebanyak 2 angkatan yaitu angkatan 5 dan 6 sejak Agustus 2013 dengan jumlah peserta 20 orang masing-masing angkatan berjumlah 10 orang yang seluruhnya berasal dari Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan.

Program diantaranya melatih peserta dapat membuat bandeng tanpa duri, membuat bakso bandeng, nugget bandeng dan bandeng crispy juga dibekali dengan materi PMMT untuk mengetahui mutu ikan dan penanganannya, mengemas produk olahan bandeng, pemasaran hasil olahan bandeng dan kewirausahaan.

Pelatihan pengolahan dan pemasaran ikan bandeng ini dilaksanakan di salah satu lokasi milik Torani Food Restoran yang juga sebagai lokasi P2MKP dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta pelatihan terhadap pengolahan bandeng tanpa duri dan diversifikasi olahannya. (rep/hio/ybh)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.