STIS Hidayatullah – MUI Gelar Seminar Bahas Syiah

Stis hidayatullah gelar seminar syiahHidayatullah.or.id — Ratusan umat Islam Kota Balikpapan mengikuti acara seminar nasional yang membahas bahaya dan ancaman aliran Syiah bertempat di Masjid Istiqomah, Balikpapan, Sabtu (28/02/2015) lalu. Acara ini terselenggara atas inisiasi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STISHID) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan.

Acara ini bertajuk Seminar Nasioanal Anti Syiah dengan tema “Menjaga Kesatuan NKRI: Membuka Mata Masyarakat Tentang Ancaman Syiah”.

Hadir pada kegiatan tersebut Pemerintah Kota  Balikpapan, yang diwakili oleh Kabag Kesra, Hasanuddin dan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan, HM. Jaelani.

Seminar akbar pertama di Balikpapan ini diisi oleh 3 orang narasumber nasional yang intens meneliti aliran dan pemikiran Syiah, yaitu Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof. DR. H. Mohammad Baharun, SH, MA, peneliti Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (INPAS) Bahrul Ulum, MA, dan Ketua Komunitas Pecinta Ahlul Bait dan Sahabat Nabi, Nurul Azmi Al-Banjary.

Acara ini terselenggara atas kerjasama STISHID dengan berbagai institusi diantaranya yaitu Pemkot Balikpapan, Pengurus Daerah (PD) Hidayatullah Balikpapan, BMH Balikpapan, Yayasan Dhoifah Balikpapan, dan banyak pihak-pihak lainnya.

Antusias masyarakat Balikpapan untuk mengetahui lebih mendalam pemikiran Syiah begitu besar. Terbukti 900 undangan turut mengikuti seminar hingga selesai. Baso Zulfikar, ketua panitia bahkan tidak menyangka dengan angka undangan yang begitu besar.

“Terus terang kami tidak menyangka antusias masyarakat Balikpapan terhadap acara ini. Sebenarnya kami hanya menyediakan 400 undangan. Namun yang hadir lebih dari 900 orang, dan kami tidak mungkin menolak,” ujarnya.

Pengarah kegiatan, Ahmad Kuat, MM, menuturkan kesadaran masyarakat khususnya warga Balikpapan akan bahaya Syiah harus diapresiasi oleh pemerintah maupun ulama. Acara ini menjadi barometer terhadap keseriusan masyarakat terhadap masalah Syiah.

Olehnya, kata dia, kegiatan-kegiatan yang membahas tentang bahaya Syiah harus intens dilakukan untuk meng-counter pemikirannya agar tidak menjadi ancaman masyarakat, tutur Kuat.

Keseriusan STISHID dalam menyelenggarakan seminar anti Syiah ini diapresiasi oleh berbagai pihak. Diharapkan acara serupa dapat digelar lebuh intensif tidak saja di Balikpapan tapi juga di wilayah lainnya.

Salah seorang narasumber, Bahrul ulum, yang juga wartawan senior yang aktif meneliti masalah Syiah yang ditunjuk MUI Pusat sangat berterimakasih kepada STISHID yang telah menyelenggarakan acara ini.

“Acara ini sangat membantu tugas yang diberikan oleh MUI Pusat kepada Tim Profesor Baharun dan saya untuk mensosialisasikan ancaman Syiah ini seluruh daerah di tanah air. Balikpapan adalah kota pertama di Kalimantan yang kami kunjungi untuk sosialisasi,” ujarnya (Rizky)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.