Legislator Harap Hidayatullah Solusi Problem Kebangsaan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid

Hidayatullah.or.id — Kendati Hidayatullah telah memfokuskan diri dalam mainstream pergerakan yakni di bidang pendidikan dan dakwah, lembaga yang didirikan oleh almarhum Ustadz Abdullah Said ini pula didorong untuk selalu melakukan penajaman program sebagai solusi seiring dengan kompleksitas problem kebangsaan.

Hal itu sebagaimana diutarakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid. Menurut Sodik, ormas itu harus profesional, antara lain dengan penajaman fokus terkait dengan program-program kerja baik jangka pendek maupun panjang.

“Meskipun, Hidayatullah sudah menetapkan fokus pendidikan dan dakwah, namun perlu adanya kreasi atau kreatifitas,” katanya kepada Hidayatullah.com yang menyambanginya di kawasan Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Legislator Senayan asal Partai Gerindra ini mengungkapkan, Hidayatullah pun mesti selalu melakukan evaluasi mengenai apa saja yang bisa dilahirkan oleh Hidayatullah terkait dengan gagasan-gagasan baru, jaringan-jaringan sekolah atau litbang pendidikan maupun para gurunya.

“Kalau dulu bisa dibilang orangtua kerja keras dengan semangat jihadnya maka sekarang tidak cukup dengan kerja keras namun juga perlu kerja cerdas,” imbuhnya.

Sodik mengatakan bahwa setiap organisasi butuh positioning yang jelas serta harus berkerja secara profesional. Lebih jauh lagi, keberadaannya harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Organisadi Hidayatullah, kata Sodik, harus menentukan positioning yang jelas di tengah masyarakat. Apakah merupakan organisasi massa, organisasi kader, atau justru yang lainnya.

Selain itu, lanjutnya, apakah juga menjadi organisasi massa yang besar, bermutu, memberikan makna dan sangat diperhitungkan justru menjadi organisasi kader besar, bermutu dan diperhitungkan?

Nah, visi besar itu dulu yang harus dipikirkan jika belum,” kata Sodik.

Sodik memberikan masukan supaya Hidayatullah lebih fokus mengamati dan mencermati hambatan-hambatan bagi umat atau generasi muda saat ini, seperti masalah miras, pornografi, seks bebas, keluarga yang rapuh, narkoba, dan lain sebagainya.

“Itu sudah dikerjakan Hidayatullah, meskipun belum banyak masyarakat yang tahu tentang itu,” ujarnya.

Hidayatullah harus bisa melakukan riset tentang fakta-fakta kondisi umat seperti itu baru kemudian menghadirkan solusinya, demikian pungkas Sodik.

Diketahui, Hidayatullah akan menggelar acara Musyawarah Nasional (Munas) Hidayatullah ke-IV yang insyaAllah akan diselenggarakan di Balikpapan, Kaltim, mulai 7 sampai 10 November 2015. Menyongsong helatan tersebut, sejumlah tokoh nasional turut mengapresiasi dan memberi sumbang saran atas kiprah Hidayatullah. (Ahmad Fazeri)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.