1500 Peserta Jamnas I Pandu Hidayatullah Dapat Wasbang

Ribuan Peserta Jamnas I Pandu Hidayatullah Ikuti Pendidikan Wawasan Kebangsaan2 Potret Galeri Jambore Nasional I Pandu Hidayatullah di Coban Rondo Ribuan Peserta Jamnas I Pandu Hidayatullah Ikuti Pendidikan Wawasan KebangsaanHidayatullah.or.id – Sebanyak 1.500 siswa SD, SMP, SMA lembaga pendidikan Hidayatullah se-Indonesia mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) I Pandu Hidayatullah di Batu, Jawa Timur pada 14-18 Februari 2017. Pada kesempatan tersebut mereka juga mendapatkan pendidikan wawasan kebangsaan (wasbang).

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Nashirul Haq, MA, saat membuka acara tersebut, mengatakan jambore tersebut mengangkat tema “Sukses Kaderisasi Melalui Pandu Hidayatullah”.

Dalam pidato pembukaannya, ia meminta para santri kader Hidayatullah memiliki karakter spiritual yang baik, kemandirian, ketangguhan dan keterampilan, serta rasa persaudaraan yang tinggi.

“Sesuai dengan maksud diadakannya pandu Hidayatullah I ini, seorang santri harus memiliki kualitas ketakwaan, ketaatan, dan kesabaran yang tinggi dalam rangka menumbuhkan semangat juang dalam diri,” kata Nashirul.

Sementara itu, Ketua Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah DPP Hidayatullah Amun Rowie mengatakan acara Jambore Nasional I ini menjadi cikal bakal untuk selanjutnya diadakan kegiatan serupa.

“Kami mengumpulkan seluruh elemen lembaga pendidikan di Hidayatullah secara nasional mulai SD, SMP, dan SMA,” katanya.

Amun berharap kegiatan Jambore ini berjalan lancar. Dia menjelaskan acara ini akan diisi dengan beragam kegiatan yaitu Pandu Challenge, Pandu Edutrip, serta Pandu Bela Negara.

“Khusus pandu bela Negara kami mengundang dari TNI sebagai instruktur,” ujarnya.

Meskipun kegiatan diadakan di alam terbuka, kata dia, kegiatan spiritual menjadi kegiatan unggulan dalam pandu ini. Sholat lima waktu sangat dijaga. Termasuk sholat sunnah lainnya. Hal itu, menurutnya sesuai dengan ruh Hidayatullah sebagai lembaga dakwah Islam.

Di sela acara itu, peserta Jambore Nasional Pandu asal Surabaya Renata Mahardika mengatakan, dirinya metasa tertantang dengan kegiatan pandu ini. Selain bisa bertemu dengan santri dari lembaga pendidikan Hidayatullah dari berbagai daerah, kegiatan inti pandu sangat menantang.

“Yang paling menantang adalah pandu bela Negara,” kata dia.

Wawasan Kebangsaan

Pada kesempatan tersebut, Taman Wisata Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, menjadi saksi bagi tumbuh kembangnya wawasan kebangsaan (wasbang) yang disiramkan Kepala Staf Kodim 0818 Mayor Inf Bambang kepada sekitar 1.500 pelajar se-Indonesia yang mengikuti acara Jambore Nasional Pandu I Hidayahtullah, Rabu (15/02) sore.

Tema wasbang yang disampaikan Mayor Bambang kepada para pelajar yang didampingi para ustad ini mengenai bahaya narkoba, bahaya laten komunis, dan radikalisme terhadap generasi muda.

“Tiga topik tersebut berkaitan erat dengan kehidupan anak-anak saat ini yang akrab dengan teknologi. Tanpa adanya filter, empat perusak moral generasi muda ini akan mudah masuk dan menjadikan mereka korban,” ujar Bambang.

Bambang mencontohkan bahaya narkoba yang menjadi salah satu musuh utama generasi muda saat ini.

“Narkoba semakin banyak jenisnya. Bahkan mereka memodifikasi bentuk narkoba agar disukai anak-anak. Tanpa adanya penanaman moral dan pemahaman dari guru, orang tua dan lainnya, akan mudah anak-anak kita terjebak oleh para pengedar narkoba,” paparnya.

Ceramah wasbang yang disampaikan Bambang dengan gaya yang mudah dicerna dan dengan bahasa lugas itu membuat anak-anak antusias mendengarkannya. Hal-hal faktual tentang bahaya narkoba, bahaya laten komunis, dan radikalisme disampaikan dengan cara dan pola yang mudah dipahami peserta jambore ini.

Bahaya laten komunis dan radikalisme yang disinyalir mulai marak pada tahun-tahun lalu sampai sekarang ini juga menyasar generasi muda.

“Anak-anak yang ikut jambore ini yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Karena itu, menjadi kewajiban seluruh elemen, khususnya kami di TNI, untuk menguatkan perisai terhadap berbagai bahaya yang mengepung tanpa mereka kita sadari betul,” ujar Bambang yang berharap dengan adanya penanaman wasbang ini, elemen perusak generasi muda bisa dienyahkan sedini-dininya.

Dia juga memberikan petuah kepada anak-anak dalam upaya menangkal bahaya narkoba, komunisme dan radikalisme yang bisa saja hadir dari berbagai sumber media, khususnya teknologi internet.

“Hargai, patuhi orang tua maupun para ustad yang membimbing adik-adik semua agar terhindar dari berbagai bahaya yang bisa merusak di kemudian hari,” ujarnya yang disambut semangat oleh 1.500 pelajar dan para ustad yang mendampingi.

Di akhir ceramahnya, kepala staf Kodim 0818 ini mengajak para peserta Jambore Hidayatullah berbuat yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat serta bangsa dan negara.

“Jadilah anak-anak yang berprestasi, berguna demi masa depan kalian semua serta keberlanjutan bangsa dan negara ini ke arah yang lebih maju,” tandas Bambang.

Selain memberikan ceramah wasbang, Kodim 0818 juga melatih para peserta Jambore Nasional Pandu I Hidayatullah dalam baris berbaris dalam upaya menanamkan sikap dan kedisiplinan yang baik. (mtc/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.