Dinamika Keummatan dan Fokus Program Mainstream

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, memberikan sambutan / Anchal

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, memberikan sambutan / Anchal

Anggota Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Drs Hamim Thohari, M.Si, saat menjadi pembicara / Anchal

Anggota Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Drs Hamim Thohari, M.Si, saat menjadi pembicara / Anchal

Salah seorang peserta dalam sesi dialog dalam acara silaturrahim bertajuk “Konsolidasi Menyikapi Dinamika Keummatan”

Salah seorang peserta dalam sesi dialog dalam acara silaturrahim bertajuk “Konsolidasi Menyikapi Dinamika Keummatan”

Hidayatullah.or.id – Fokus pada mainstream gerakan Hidayatullah yakni dakwah dan tarbiyah harus terus dikuatkan dengan membangun sinergi. Dengan kerja kolektif dan kolaboratif akan semakin menguatkan peran Hidayatullah dalam mencerahkan umat dan membangun bangsa.

Demikian benang merah acara konsolidasi silaturrahim diselenggarakan DPP Hidayatullah dan dihadiri oleh seluruh ketua-ketua DPW Hidayatullah se-Indonesia yang digelar di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (6/03/2017).

Anggota Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Drs Hamim Thohari, M.Si menjadi pembicara kunci dalam acara bertajuk “Konsolidasi Menyikapi Dinamika Keummatan” yang dibuka Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq itu.

Hamim Thohari dalam pemaparannya menekankan pentingnya gerakan dakwah keteladanan, yang, dalam tradisinya, Hidayatullah telah memperagakan nilai-nilai khas ini sehingga dapat diterima dengan baik di mana saja.

Seiring dengan itu, keteladanan adalah mengusung tenunan dakwah yang dibingkai dalam etika at-tawassuth atau pertengahan. Sikap ini menampilkan serta lebih mendorong untuk mengutamakan persamaan dalam hal-hal mendasar, sehingga tidak mudah berpecah belah, apalagi diadu domba.

Dalam geraknya, Hidayatullah menjunjung tinggi nilai-nilai tawassuth yang menganut prinsip moderasi Islam. Sebab itu, jelasnya, Hidayatullah cermat melihat dinamika yang ada sehingga tidak konfrontatif namun tak pula reaktif. Dalam kata lain, tidak berlebih-lebihan serta tidak pula menggampang-gampangkan hal dalam urusan agama, tegas beliau.

Sementara itu Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, MA, menerangkan bahwa Hidayatullah lahir atas kegelisahan untuk upaya pengarusutamaan spiritual dan kepemimpinan Wahyu dalam dinamika keummatan dan kebangsaan.

Karenanya, perlunya selalu mempelajari serta meninggikan Wahyu (Al Qur’an) sebagai moral dan kode etik dengan melandaskan gerakan pada sistematika turunnya (nuzul) sebagaimana telah diperankan Rasulullah SAW.

Adapun dalam menyikapi dinamika keummatan dewasa ini, Nashirul mengingatkan bahwa Hidayatullah tetap fokus pada mainstream geraknya dan jangan sampai terbawa arus.

Dalam pada itu, tegasnya, Hidayatullah terus menjalin sinergi dengan berbagai elemen bangsa yang sejalan dengan itu merekatkan simpul ukhuwah Islamiyah (persaudaran antar sesama umat Islam) dan berkomiten selalu merawat ukhuwah Insaniyah (persaudaraan antar sesama manusia) sebagai modal utama persatuan kita sebagai sebuah bangsa dengan multikulturalismenya. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.