PPAS Hidayatullah Utamakan Pendidikan Adab dan Skill

Ketua Departemen Sosial DPP Hidayatullah Muhammad Arasy Arhat

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Hidayatullah terus meningkatkan mutu serta kualitas Pusat Pendidikan Anak Shaleh (PPAS) yang merupakan lini lembaga kepengasuhan panti asuhan di bawah Departemen Sosial DPP Hidayatullah.

Ketua Departemen Sosial DPP Hidayatullah Muhammad Arasy Arhat mengatakan diantara yang terus dimantapkan PPAS Hidayatullah seluruh Indonesia adalah pengadministrasian serta pengarusutamaan materi pendidikan.

“Arus utama dalam pembinaan di PPAS adalah adab dan skill kemandirian sebagaimana visi Membangun Peradaban Islam. Adab melangit dan, insya Allah, skill profesionalnya membumi,” kata Arasy dalam obrolan dengan media ini, Jum’at (04/08/2017).

Arasy menyebutkan, saat ini PPAS Hidayatullah membawahi sedikitnya 200 panti asuhan yatim piatu dan terlantar yang bernaung di bawah payung hukum Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Pelayanan dan pembinaan anak asuhan yatim piatu dan terlantar menjadi tanggung jawab keummatan kita. PPAS ada dalam rangka melahirkan anak shaleh mandiri dan terdidik baik secara moral maupun skill,” kata Arasy.

PPAS bertujuan membantu anak-anak yatim piatu dan kurang mampu di setiap perwakilan daerah. Anak-anak tersebut mendapatkan fasilitas asrama, diberi pendidikan Diknas maupun Diniyah secara gratis atau dengan pembiayaan sistem subsidi silang, dan dikembangkan bakat serta minat mereka.

Dalam pada itu, Arasy berpesan kepada pengelola PPAS Hidayatullah seluruh Indonesia agar melakukan peningkatan mutu dan kualitas segala lini mulai peningkatan ketertiban adminitrasi, keuangan, pengelolaan panti, hingga pelayanan pengasuhan kepada anak asuh.

Dia menekankan, hendaknya pengelola yang terlibat dalam kepengasuhan santri di asrama merupakan kader yang cakap, paham, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai jatidiri Hidayatullah.

“(Pembina di asrama) minimal sudah mengikuti training perkaderan Hidayatullah tingkat dasar. Sebab, kalau tidak, bagaimana dia bisa mentransformasi kultur ber-Hidayatullah ke anak-anak didiknya,” tegas Arasy.

Lebih jauh Arasy juga menekankan bahwa mengurus panti asuhan adalah pekerjaan yang tidak sederhana dan membutuhkan dedikasi dan loyalitas yang tinggi.

Karenanya, lanjut Arasy, bekal mendasar bagi setiap pengelola yayasan panti asuhan PPAS Hidayatullah adalah niat yang tulus karena Allah Ta’ala semata.

“Mengurus anak yatim piatu dan terlantar pekerjaan berdimensi langit dan balasannya melampaui apa yang ada di semesta ini. Allah akan mengayakan hati pengurusnya, walaupun secara lahiriyah serba terbatas. Sabar dan ikhlas adalah kuncinya,” ujar Arasy mengingatkan.

Dia menambahkan, PPAS Hidayatullah berkomitmen menjadi lembaga kepengasuhan yang melahirkan generasi bangsa yang mandiri, berprestasi di segala lini, dan menjunjung tinggi peradaban Islam sebagai umat penebar rahmat (belas kasih) untuk semesta alam. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.