Kapolda Kaltim Peletakan Batu Pertama Pesantren Qur’an Hidayatullah Kenyamukan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

KUTAI TIMUR (Hidayatullah.or.id) – Kepala Polisi Daerah Kalimantan Timur (Kapolda) Irjen. Pol. Drs. Safaruddin, SH, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Yayasan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Hidayatullah Kenyamukan, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (21/10/17).

Pewakaf tanah sekaligus Pembina Yayasan Pesantren Hidayatullah Sangatta, KH Jamaluddin Ibrahim mengatakan lokasi yang dijadikan lahan pembangunan pesantren ini adalah wakaf dari ayahnya.

“Menjelang wafat ayah saya berwasiat agar membangun pesantren di atas tanah 180×250 meter ini. Namun dalam perjalanannya ada pihak yang mengganggu lancarnya pembangunan yang dicita-citakan,” kata Ustadz Jamal, demikian dia akrab disapa.

Menanggapi penuturan Ust Jamal, Kapolda Kaltim, Irjen. Pol. Drs. Safaruddin, S.H. menjamin pembangunan tersebut tidak akan diganggu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Sudahlah. Jalan terus pembangunan ini, kalau ada yang mengganggu itu urusan saya,” kata orang nomor satu di kepolisian Kaltim tersebut dihadapan hadirin.

Safaruddin menjelaskan bahwa pendirian pesantren sangat penting dilakukan, sebab Allah tidak akan menurunkan azab-Nya selama masih ada orang yang berzikir.

Selain itu, tegas Kapolda, dia juga mengatakan bahwa harta kita yang sesungguhnya adalah apa yang telah diberikan di jalan Allah.

“Dalam Hadits ada tiga yang akan menyelamatkan kita di akhirat, ilmu yang bermanfaat, amal jariah dan doa dari anak yang sholeh dan sholehah,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda meminta agar pembangunan masjid dan pesantren tidak berhenti sampai di peletakan batu pertama saja. Tapi terus berlanjut hingga selesai dan dipergunakan oleh masyarakat.

“Pesantren adalah milik ummat untuk menyampaikan dakwah. Tempat para generasi muda di Kutim menuntut ilmu agama. Begitu juga masjid yang akan dibangun di kawasan yang sama, akan menjadi tempat kegiatan keagamaan masyarakat sekitar. Kalau ada orang yang suka mengganggu, itu urusan saya. Karena saya yang meletakkan batu pertama menandai pembangunan tempat ibadah ini,” kata Safaruddin.

Maklum, sebelumnya, lahan di lokasi tersebut kerap diganggu orang untuk diklaim sebagai milik mereka. Yayasan Hidayatullah pun tak mau tinggal diam.

Turut hadir dalam acara yang merupakan simbol dimulainya pembangunan ini, Bupati Kutai Timur H Ismunandar, Ketua DPRD Kutai Timur Mahyunadi, Ketua DPW Hidayatullah Kaltim Muhammad Tang Supu, Ketua DPD Hidayatullah Sangatta Jafruddin, tokoh masyarakat Haji Hamsah serta tokoh dan alim ulama setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur Ismunandar menyatakan mendukung apa yang dilakukan Pesantren Hidayatullah ini.

“Membangun masjid dan pesantren merupakab hal yang sangat bagus bagi generasi mendatang. Kami siap membantu proses pembangunan,” kata Bupati Ismunandar.

“Ini lokasi yang sangat strategis, tidak terlalu jauh dari pusat keramaian Kecamatan Sangatta Utara, dan mudah dijangkau. Jadi hadirnya masjid dan pesantren bisa menghidupkan suasana keagamaan di kawasan Kenyamukan,” ujar Ismunandar.

Selain itu, menurut Ismunandar, hadirnya pesantren tahfiz quran juga bisa menjadi wadah para generasi muda Kutim mendalami ilmu Al Quran. Sehingga muncul tahfiz – tahfiz muda asal Kutai Timur yang akan mengharumkan nama Kutim ke tingkat nasional maupun internasional.

“Pemerintah sangat mendukung pembangunan yang dilakukan Yayasan Hidayatullah. Lanjutkan saja pembangunan yang telah direncanakan,” ujar Ismunandar.*/Shabirin Ibnu Hambali

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.