Halaqah Ibnu Mas’ud Infak 5 Juta untuk Gedung Dakwah

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Halaqah “Ibnu Mas’ud” Hidayatullah Depok menyalurkan infak anggotanya berupa uang tunai sebesar Rp.5.000.000 untuk mendukung pembangunan gedung Pusat Dakwah Hidayatullah yang berlokasi di Jln Cipinang Cempedak I/14 Polonia Otista Jakarta Timur.

Halaqah Ibnu Mas’ud adalah salah satu kelompok pengajian rutin harian jamaah Hidayatullah Depok beranggotakan sedikitnya 10 orang yang kegiatannya umumnya dilakukan selepas shalat shubuh atau Asar.

Melalui swadaya anggotanya, halaqah Ibnu Mas’ud berinisiatif menyalurkan dana yang telah terkumpul yang dihimpun selama beberapa bulan tersebut untuk mendukung pembangunan gedung Pusat Dakwah Hidayatullah.

Dukungan kelompok halaqah Ibnu Mas’ud meskipun dengan jumlah ala-kadarnya diharapkan turut memberi kontribusi positif terhadap agenda proyek pembangunan gedung Pusat Dakwah Hidayatullah guna menunjang langkah dakwah Islam.

“Nilainya tak seberapa mudah-mudahan berkah. Semoga ke depan bisa bertambah nilai infaknya. Insya Allah bertambah juga pahalanya buat anggota halaqah Ibnu Mas’ud, Aamiin,” kata Bendahara Halaqah Ibnu Mas’ud Abdurrahman Hakim.

Menunjang Dakwah

Dalam salah satu taushiahnya Pimpinan Umum Hidayatullah Ust Abdurrahman Muhammad menyebutkan pentingnya tradisi infak untuk menunjang gerakan dakwah.

Beliau mengatakan, segenap kader Hidayatullah di mana saja berada harus senantiasa berkomitmen membangun peradaban mulia. Peradaban mulia yakni kehidupan Islami yang di dalamnya terbangun solidaritas, berkasih sayang, saling mengasihi, konsisten di jalan dakwah, dan bervisi membangun umat dan bangsa.

Hal itu disampaikannya kala memberi taushiah di hadapan ratusan jamaah dalam acara Halal bi Halal di Masjid Ummul Quro Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (25/08/2013).

Dalam pada itu, terang beliau, tegaknya peradaban mulia tersebut harus dimulai dari unsur utama penggeraknya yaitu tercerahkan manusia.

“Manusia yang berperadaban itu adalah manusia yang tercerahkan dengan nilai spirit Ilahiyah. Jadi kalau tidak beradab berarti belum tercerahkan,” kata beliau.

Beliau melanjutkan, tegaknya kehidupan yang mulia mengharuskan adanya perangkat-perangkat pendukung utama yakni adanya wilayah yang dimana di sana terdapat masjid sebagai pusat peradaban dan pembinaan umat, perpustakaan sebagai pusat ilmu, dan koperasi sebagai pusat perekonomian umat dengan prinsip Ta’awun.

“Termasuk mendesaknya dibangun Gedung Dakwah Hidayatullah. Keluarkan infaq terbaik kita untuk (pembangunan gedung, red) ini. Kultur berinfaq ini mesti dijaga,” pesannya. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.