Pendiri Hidayatullah: Jagalah Ketaatan dan Kekuatan Doa

MATARAM (Hidayatullah.or.id) – Salah seorang pendiri Hidayatullah, Ustadz HA Hasan Ibrahim, mengingatkan para kader yang menjadi peserta Rakernas III Hidayatullah bahwa satu hal penting yang harus dipahami dan disadari oleh para kader tentang perjalanan Hidayatullah ini adalah kekompakan.

“Kita bisa sampai saat ini bersama Hidayatullah ini, itu karena kekompakan barisan yang lurus (shoffan), rapat, dan kuat,” tegasnya mengawali taushiyah yang disampaikan di Masjid Al-Mabrur, Asrama Haji Mataram, NTB, Sabtu (2/12/2917).

Kekompakan tersebut menurutnya ternyata menginspirasi tokoh ormas besar di Indonesia.

“Tolong Hidayatullah, didik santri dan kader-kader kami agar bisa seperti Hidayatullah,” ucapnya menirukan ungkapan sang tokoh ormas besar di Indonesia.

“Padahal kita tidak punya apa-apa (selain kekompakan),” imbuhnya.

Secara operasional, Hasan Ibrahim menerangkan bagaimana kekompakan itu dilakukan oleh para pendahulu Hidayatullah.

“Alhamdulillah, kekompakan itu masih terjaga, sami’na wa atho’na masih ada,” jelasnya.

“Pimpinan Umum dahulu, tugas ke Papua melalui Tolitoli. Saya tidak tahu apakah ke Papua harus melalui Tolitoli. Yang menarik adalah, kala itu beliau tidak punya tas. Tidak seperti sekarang, para kader tasnya sudah beragam rupa. Kala itu, tas tidak dimiliki oleh Ustadz Abdurrahman Muhammad,” kisahnya setengah berseloroh.

Akhirnya, katanya melanjutkan kisahnya, beliau (Abdurrahman Muhammad) berjalan dan ketemu tukang pikul kayu. Ada kayu yang tidak terpakai dan bisa dibuat peti, maka kayu itulah yang diminta oleh beliau untuk dijadikan tas.

“Jadi selama tugas, kemana-mana beliau jalan tidak membawa pakaian dengan tas, tetapi dengan peti,” urainya membuat para hadirin semakin khusyuk mendengar taushiyah.

“Itulah kelebihan kader Hidayatullah, ada ketaatan,” tegasnya.

Kemudian, Ustadz Hasan Ibrahim mengingatkan pentingnya doa. “Kekuatan kecil menang melawan kekuatan besar, kalau bukan karena doa dari mana coba,” ucapnya menggugah kesadaran hadirin.

“Tugas kita ini berat, kalau tidak dibantu Allah dengan kita terus berdoa, stress kita,” ucapnya lebih lanjut.

“Maka kader Hidayatullah mesti melazimkan gerakan nawafil. Kenapa nawafil, lah kalau nawafil beres, insya Allah yang wajib sudah aman. Nawafil itu yang akan mengundang pertolongan Allah selalu hadir memberikan solusi ata setiap persoalan yang kita hadapi di Hidayatullah ini,” pungkasnya.*/ Abu Ilmia

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.