“Pindah Tugas Dakwah itu Nikmat Menyenangkan”

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Umumnya orang mendambakan hidup menetap di suatu tempat yang dianggap nyaman dengan fasilitas yang cukup. Namun, realita dalam kerja-kerja dakwah tak melulu tergambar layaknya situasi demikian.

Malah, seringkali justru dai menjalani tugas dakwah berpindah-pindah. Kendati demikian, sejatinya tugas dakwah adalah sesuatu yang nikmat dan menyenangkan.

Demikianlah yang dirasakan oleh anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah, Ust Naspi Arsyad, yang baru-baru ini kembali mendapatkan amanah baru yang menghendaki dirinya harus pindah dari kota satu ke kota lainnya.

“Pindah-pindah dalam tugas dakwah itu indah dan menyenangkan. Selama bukan karena interest pribadi, pasti indah. Selama dalam rangka dakwah dan mengabdikan diri untuk ummat, pasti indah,” kata Naspi Arsyad selepas Isya pada awal pekan ini saat berpamitan di mimbar Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, ditulis Rabu (20/12/2017).

Naspi mengimbuhkan, dipindah-pindah tugas dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu daerah ke daerah lainnya merupakan tradisi yang biasa dijalani bagi kader Hidayatullah untuk menempa semangat pengbadian dakwah.

Sehingga, lanjut dia, seorang yang mengaku kader Hidayatullah selalu siap ditugaskan dimanapun dan seorang kader tidak pilih-pilih tempat tugas.

“Allah Subhanahu Wata’ala yang menakdirkan saya ke Depok, Allah pula yang menakdirkan ke Balikpapan. Biasa saja. Kalau itu tugas kenapa tidak. Mau dua puluh tahun di sini pun kalau itu tugas, iya tetap di sini,” kata Naspi.

Pada kesempatan tersebut Naspi Arsyad berpamitan kepada warga dan santri yang mendapatkan amanah baru sebagai dewan pengajar di Pendidiian Ulama Zuama Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (PUZ-STISHID) Balikpapan, perguruan tinggi yang pernah dia pimpin.

Sebelumnya, Naspi mendapat amanah merintis dan menggawangi pendirian Ma’had Tahfidzul Quran Putri Al Humaira Sukabumi yang Alhamdulillah kini telah berjalan dan sudah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya.

Naspi juga sempat mengemban amanah sebagai ketua di salah satu departemen Yayasan Hidayatullah Depok. Disela-sela itu, Naspi tetap secara rutin memenuhi undangan dan tugas dakwah ke berbagai tempat baik dalam maupun luar kota.

Pada Maret 2014 Naspi diamanahi menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Syabab Hidayatullah yang dijalaninya selama satu periode dan pada periodenya ini berhasil menelurkan terobosan yang kemudian menjadi core program Syabab Hidayatullah seperti Sistematika Wahyu Basic Training (SWBT), Madrasah Pra-nikah dan sejumlah pokok pikiran tentang eksistensi organisasi Syabab Hidayatullah. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.