Telkom Berbagi dengan Pondok Pesantren Hidayatullah Aceh

ACEH (Hidayatullah.or.id) – Rombongan direksi PT Telkom Aceh melakukan anjangsana ke Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Desa, Aceh, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility Telkom. Rombongan tersebut dipimpin oleh Direktur Consumer Telkom Masud Khamid.

Adapun program Telkom Berbagi kali ini terdiri dari bantuan 10 unit komputer, 1 buah printer, 1 buah proyektor lengkap dengan layarnya, aplikasi Pustaka Digital (PADI), dan Wifi Corner.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Mas’ud Khamid kepada pimpinan Pondok Pesantren Hidayatulah Tengku Mahyedin Husra.

Hadir pada kesempatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Asaasun Najaah Tengku Muhammad Abi, Geucik Gampong Nusa Muhammad Yasin, Kepala Dusun Sarbaini, dan Imam Desa Tengku Muslim.

“Kami dari Telkom hadir di Pesantren Hidayatullah full team untuk memperkuat silaturahmi dan membangun infrastruktur Telkom dalam rangka memperkuat NKRI. Jika infrastruktur putus maka putus juga komunikasi,” kata Mas’ud Khamid.

Menurutnya, Telkom juga mempunyai kabel di darat dan di laut serta di udara melalui satelit untuk mengawal telekomunikasi dari Sabang hingga Merauke.

“Kami hadir di sini untuk berbagi IT sehingga saat ini belajar dan berdakwah lewat IT, di mana ustadz dengan majelisnya tak perlu harus bertemu. Bisa di mana saja,” paparnya.

Mas’ud berharap, bantuan Telkom ini bermanfaat dan dapat dijaga karena milik negara.

“Mari menjaganya bersama. Jika ingin belajar IT, Telkom Witel Aceh siap untuk mendidik santri di bidang IT,” tambahnya.

Sementara itu pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Aceh Tengku Mahyedin Husra, merasa terharu dan bangga atas bantuan Telkom.
Tidak lupa jajaran pesantren bersama santri mendoakan Telkom semakin maju.

“Karena sudah begitu lama kami mendambakan jaringan internet untuk mempermudah proses belajar mengajar, apalagi saat ini sekolah kami sudah ujian berbasis komputer,” ujar Tengku.

Acara ditutup dengan tinjauan rombongan ke lokasi santri yang sedang mengakses internet untuk mengambil materi pelajaran yang dibutuhkan. (prs/rls)