Hidayatullah Jateng Gelar Kelas Scale Up Bisnis Bootcamp

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) – Di tengah situasi perekonomian bangsa sedang lesu yang tersandra oleh kepentingan kapitalis, Hidayatullah perlu terus melakukan terobosan untuk turut mengentaskan problem ini khususnya yang paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat kelas menengah ke bawah (grassroot).

“Peran Hidayatullah selalu ditunggu umat untuk terus berkontribusi membawa perubahan nyata,” kata Ketua Bidang Perekonomian Hidayatullah Pusat, Ust. Asih Subagyo, S.Kom saat menjadi narasumber dalam acara Kelas Scale Up Bisnis Bootcamp diselenggarakan DPW Hidayatullah Jawa Tengah, belum lama ini.

Dalam pada itu, tegas Asih, masalah tersebut di atas harus diatasi dengan cara yang berbeda dengan jalan yang selama ini menjadi arus utama perekonomian yang timpang dan tak berkeadilan.

“Mustahil kita dapat keluar dari masalah ini jika kita menghadapinya dengan teori yang jauh dari nilai Islam seperti dikembangkan selama ini. Islam ini sudah sempurna. Karena itu hadapi mereka (kapitalis) dengan konsep Islam, karena hanya dengan konsep ekonomi Islam, umat Islam akan berjaya kembali,” kata Asih.

Senada dengan itu, narasumber lainnya Fuad Widyantoro, menilai Islam sebagai sistem yang paripurna harus ditopang dengan kebersamaan. Trainer senior Trustco Nusantara ini menekankan kepada para pengusaha untuk terus bersinergi dan berkolaborasi.

“Kekuatan umat ini sangat besar. Olehnya itu, kita harus menyadarinya dan terus berusaha mempersatukan kekuatan ekonomi Indonesia,” kata Fuad.

Sudah saatnya, lanjut Fuad, umat yang mayoritas ini mengatur perekonomiannya sesuai dengan yang diharapkan. Di hadapan para pengusaha peserta kegiatan ini, Fuad mengingatkan bahwa langkah muda dalam memperbesar pengaruh pengaturan dan kepemilikan perekonomian negeri ini adalah saling menjaga saling keterhubungan (connecting), menjaga relasi dengan baik dan saling endors antar pengusaha.

“Tiga langkah sederhana ini akan berdampak besar dalam menggeser hegemoni perekonomian yang saat ini tidak berada di tangan kita umat Muslim sebagai konsumen terbesar,” hentak trainer senior ini.

Pembicara lainnya yang juga ketua panitia pelaksana, Syaiful Anwar, mengatakan arah pengembangan ekonomi umat ke depan semakin cerah dan menjanjikan seiring dengan kian bertumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap praktik ekonomi keuangan Islam yang terbukti menentramkan.

“Kehadiran kawan-kawan ditempat ini menjadi bukti bahwa perekonomian, khususnya di Jawa Tengah akan kita kuatkan. Sudah waktunya bidang ekonomi benar-benar memberikan kontribusi nyata ambil bagian dalam perjuangan menegakan peradaban Islam,” tutur CEO-founder BMT Amanah Kudus ini.

Mengingat pentingnya kegiatan semacam ini, Ketua Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah, Ust. Ahmad Suwarno, M.PI mengharapkan kegiatan-kegiatan upgrading, pelatihan, khususnya bidang ekonomi seperti ini harus selalu diadakan untuk membimbing, melatih dan memonitor perkembangan pengusaha-pengusaha.

“Khususnya lingkup Hidayatullah Jawa Tengah untuk terus berbenah dan mengambil peran aktif dalam memperbaiki kondisi perekonomian umat dewasa ini,” katanya.

Acara Business Scale Up Bootcamp Hidayatullah ini terlaksana selama 2 hari di Terra Cassa hotel, Bandungan, Kabupaten Semarang, yang diikuti 21 pengusaha dari berbagai daerah dengan usaha yang juga beragam.

Acara ini terselenggara atas sponsorship dan dukungan dari berbagai pihak diantaranya Baitul Maal Hidayatullah, KSPPS Amanah Kudus, Grosir Herbal Semarang, Alia Komunika, Sunnah Aqiqoh, Inova Printer Center & Inova CCTV Kudus dan PT. Nusa Property.*/Yusran Yauma

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.