Refleksi Pendidikan Keluarga Ibrahim saat Wukuf di Arafah

ILUSTRASI: Jutaan umat Islam dari seluruh dunia melakukan Wukuf pada prosesi puncak haji , Jamaah haji Indonesia memanfaatkan waktu wukuf untuk berintropeksi diri, bermunajat kepada Allah dan kembali memahami esensi dan ide dasar Islam, yakni pembawa kedamaian bagi seluruh umat manusia. REUTERS / Ahmad Masood

MAKKAH (Hidayatullah.or.id) – Dalam nasihatnya saat menjadi khatib dalam khutbah Arafah yang disampaikan di Maktab 5, Kloter 10 Balikpapan, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Nashirul Haq mengajak jamaah haji meneladani perjalanan hidup keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam.

“Di momen Idul Adha ini kaum muslimin patut meneladani konsep pendidikan Nabi Ibrahim Alaihissalam. Bagaimana beliau mampu mengantarkan putranya Ismail menjadi sosok generasi yang taat dan patuh kepada perintah Allah,” kata beliau dalam khutbah saat wukuf di Arafah, Makkah, Saudi Arabia.

Beliau menerangkan kisah Nabi bergelar Khalilullah ini yang diabadikan di dalam Qur’an Surah Ibrahim: 37

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

Dari ayat tersebut, diterangkan beliau, dapat diambil beberapa ibrah tentang cara mentarbiyah dan mendidik anak ala Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Beliau mengungkapkan hikmah Ibrahim yang menempatkan keturunannya di lembah dekat Baitullah. Ibranya, terangnya, dalam konteks sekarang perlunya menemukan lingkungan yang baik untuk anak, yaitu masjid.

“Mempertautkan hatinya (anak) dengan masjid agar tumbuh dalam suasana ibadah kepada Allah dan agar mereka mendirikan shalat. Artinya shalat merupakan inti dari proses pendidikan,” imbuhnya.
Ia menegaskan, shalatlah yang akan membentuk jiwa dan perilaku seseorang, jika shalatnya baik maka semua sisi keislamannya akan menjadi baik.

Lebih jauh, lafaz “Jadikanlah hati manusia condong kepada mereka”, ibrahnya dijelaskan beliau,  bahwa anak harus ditarbiyah dari sisi akhlak dan adab sehingga hati manusia menjadi simpati dan tertarik.

Lalu ibrah dari lafaz “Berilah rezki dari buah-buahan agar mereka bersyukur”, bahwasanya anak perlu dibekali skill untuk berusaha mencari rezki yang halal.

“Dari rezki itu mereka dapat bersyukur dengan banyak membantu orang lain dan memberi manfaat kepada umat manusia,” tandasnya.

Mulai Senin 20 Agustus 2018 waktu Indonesia, tiga juta lebih jemaah haji seluruh dunia melangsungkan wukuf di Arafah.

Sebanyak 221 ribu jemaah haji Indonesia sudah berada di Arafah sejak Ahad siang, 19 Agustus 2018. Suhu di Arafah saat itu di angka 44 derajat celsius. Udara cukup panas dirasakan jemaah haji Indonesia.

Selain sabagi salah satu rukun ibadah haji, Wukuf di Arafah juga dalam rangka menghayati makna dari kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam dengan putranya Nabi Ismail Alaihissalam serta istrinya Siti Hajar yang sarat dengan keteladanan. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.