Semarak Masjid Ar Riyadh Sambut Berkah Ramadhan

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Di antara berkah Ramadhan ialah maraknya umat Islam meramaikan masjid-masjid yang ada. Di mana-mana, masjid-masjid tampak penuh dengan jamaah. Tak terkecuali Masjid Agung Ar-Riyadh Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sejak awal berbagai program dicanangkan oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ar-Riyadh. Bahkan jauh hari, jamaah masjid menyepakati kepanitiaan Ramadhan dengan berbagai bidang dan tanggung jawabnya.

“Mohon doa dari semua jamaah. Ini amanah yang sangat berat. Sebab Ramadhan berarti perubahan yang lebih baik di semua aspek. Beratnya karena kemenangan itu harus dirasakan oleh seluruh jamaah tanpa kecuali. Bukan sendiri-sendiri,” ucap Fathun Qarib, ketua panitia Ramadhan dalam sambutan perdananya, beberapa waktu lalu.

Berjarak 33 km dari Kota Balikpapan, tepatnya di perbatasan Kelurahan Teritip Balikpapan dan Kelurahan Salok Api Darat, Kutai Kartanegara, masjid Ar-Riyadh tergolong ramai soal jumlah jamaah.

Menariknya, masjid yang sedang direnovasi tiga lantai itu dipadati bukan pada pelaksanaan Shalat Jumat saja, tapi juga di setiap waktu shalat wajib.

Tradisi positif di lingkungan masjid Ar-Riyadh, seluruh warga sekitar masjid wajib menghentikan seluruh kegiatan jika panggilan azan sudah berkumandang setiap waktu shalat, lima kali sehari semalam.

“Ini jadi aturan tak tertulis bagi warga yang bermukim di lingkuan sekitar masjid Ar-Riyadh. Sejak lingkungan ini didirikan oleh Ustadz Abdullah Said dulu,” jelas Fathun lebih jauh.

Khusus Ramadhan 1440 tahun ini, Panitia Ramadhan masjid Ar-Riyadh menyiapkan beberapa program Ramadhan. Mulai dari buka puasa bersama, kajian seputar Ramadhan, perbaikan bacaan al-Qur’an (tahsin tilawah), dan shalat tarawih dan tahajjud berjamaah. Khusus dua program terakhir, jamaah bisa menikmati kedua qiyam lail itu dengan bacaan imam satu juz al-Qur’an setiap malam.

“Masing-masing satu juz satu malam. Baik itu shalat tarawih dan tahajjud,” ucap Ust Muhammad Dinul Haq, Lc, panitia bidang ibadah Ramadhan.

Untuk keperluan itu, menurut Dinul, panitia menyiapkan tujub imam penghafal yang sudah menyelesaikan setoran hafalan 30 juz al-Qur’an secara tuntas. Mereka secara bergantian mengimami shalat tarawih dan shalat tahajjud selama bulan Ramadhan.

“Sebelum jadi imam, mereka wajib menyetorkan hafalan al-Qur’an yang dibacakan sesuai jadwal yang ditetapkan,” imbuhnya.

Dengan komitmen kemenangan Ramadhan untuk seluruh kalangan, panitia tak lupa memfasilitasi warga sekitar masjid dengan petugas khusus yang berkeliling membangunkan semuanya tanpa kecuali.

“Biasanya shalat dimulai jam 02.00 dinihari dan selesai pukul 04.00,” terang Dinul.

Khusus program al-Qur’an, selain mencanangkan khatam 3 juz selama puasa Ramadhan, jamaah masjid Ar-Riyadh juga dimanja dengan sajian perbaikan bacaan al-Qur’an (tahsin tilawah). Selanjutnya panitia menggunakan kitab Tuhfatul Atfal sebagai panduan teori dan praktik tahsin tersebut.

“Terbaru, kami juga menyiapkan beberapa ustadz yang ahli dalam bacaan dan mumpuni dalam hafalan bagi warga yang ingin praktik langsung memperbaiki bacaan dan hafalannya,” ucap Dinul. “Apapun kita usahakan untuk meraih berkah Ramadhan,” tutupnya semangat.*/Masykur Suyuthi

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.