STIE Hidayatullah Komitmen Ciptakan Dai Enterpreneur Tangguh

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) Depok menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) ke-6 yang digelar di Aula Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Senin (25/11/2019).

Dalam sambutannya, Ketua STIE Hidayatullah Dr (c). Agus Suprayogi, ST, SE.Sy, M.Si, menyampaikan terima kasih kepada stakeholder dan shareholder atas dukungannya baik materil maupun immateril dari proses pendidikan hingga terselenggaranya acara wisuda yang mengangkat tema Menciptakan Dai Enterpreneur yang Tangguh itu.

“Semoga STIE Hidayatullah semakin tumbuh dan berkembang, sehingga menjadi best of the best diantara universitas-universitas terbaik di Indonesia dan berada di barisan terdepan dalam menunaikan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu; Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat,” kata Agus.

Dia mengimbuhkan, melalui pilar pendidikan diharapkan peran STIE Hidayatullah dapat mencetak insan-insan cendekiawan dan intetelektual yang berkontribusi dan berperan penuh dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Melalui pilar Penelitian diharapkan peran STIE Hidayatullah dapat menghasilkan karya-karya ilmiah dalam menciptakan masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan (knowledge based society).

Agus mengatakan, pendidikan dan penelitian dari STIE Hidayatullah sangat dibutuhkan bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (resources based) yang dimiliki Indonesia melalui pendekatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (knowledge based), sehingga dapat merubah daya saing Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah (comparative advantage) menjadi Negara yang memiliki produk output yang memiliki nilai ekonomis tinggi (competitive advantage).

“Sedangkan melalui pilar Pengabdian Masyarakat diharapkan peran STIE Hidayatullah dalam mencetak dai-dai sarjana yang memiliki jiwa dan semangat kewirausahaan serta berwawasan ilmu pengetahuan (knowledge based enterpreneurship) dalam rangka penciptaan lapangan kerja serta mengurangi pengangguran,” katanya.

Hal ini, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi sebagai triger keluarga besar STIE Hidayatullah agar terus menerus meningkatkan prestasinya, dengan mengandalkan mahasiswa dan alumni dalam berbagai strata, maka STIE Hidayatullah akan menjadi kampus terkemuka dan berprestasi melalui peran Tridharma Pergururan Tinggi.

Masih dalam kesempatan yang sama, dalam pidatonya Agus juga menyoroti perkembangan zaman dengan segala dinamikanya seperti industri 4.0 dan beragam tantangannya. Termasuk fokus pemerintahan kabinet Indonesia Maju Jilid II dimana tantangan utama yang dihadapi dan menjadi program adalah mengatasi masalah pengangguran dan mengurangi kemiskinan.

“Pengangguran merupakan dampak dari ketidakseimbangan antara suplay and demand penyerapan tenaga kerja. Ketersediaan lapangan pekerjaan tidak mampu menyerap tenaga kerja yang setiap tahunnya terakumulasi dengan bertambahnya lulusan lembaga pendidikan,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, pengangguran menimbulkan dampak penurunan pendapatan dan daya beli keluarga yang pada akhirnya menimbulkan kemiskinan serta “social problem” seperti gangguan ketertiban dan keamanan.

Data menyebutkan peningkatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 mencapai 5.17%, secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 diperkirakan hanya mencapai 5,08%. Prediksi ini jauh dari target pemerintah 5,3% pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, sedangkan penurunan tingkat pengangguran pada tahun 2018 mencapai 5,34% dan diproyeksikan pada tahun 2019 mencapai 5,28%. Disisi lain, penurunan angka kemiskinan pada tahun 2018 mencapai 9,82% dan diproyeksikan pada tahun 2019 turun menjadi 9,41%.

Karena itu, menurut Agus, salah satu solusi dalam mengatasi pengangguran adalah menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan. Dan berdasarkan pengalaman, upaya penumbuhan wirausaha baru, tidak bisa dilakukan secara parsial dan oleh satu instansi saja.

“Program penumbuhan wirausaha baru harus dilakukan secara comprehensive dengan melibatkan seluruh instansi Hidayatullah yang ada baik di pusat maupun daerah, lembaga pendidikan, badan usaha dan organisasi pendukung,” kata Agus.

Dia menambahkan, STIE Hidayatullah harus mampu mengambil prakarsa mengkonversi pengetahuan kewirausahaan yang ada di dunia usaha ke masyarakat akademik, antara lain melalui proses “learning by doing” yang mampu mempercepat proses pematangan menjadi calon wirausaha.

“Oleh karenanya STIE Hidayatullah diharapkan menjadikan dirinya sebagai perguruan tinggi unggulan yang mampu melahirkan entrepreneur intelektual,” tandasnya. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.