Taujih Menyambut Ramadan 1441 H Oleh Pimpinan Umum Hidayatullah

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang selalu rindu untuk dapat bertemu dengan tamu agung nan mulia, bulan Ramadhan yang penuh berkah, rahmat serta ampunan-Nya.

Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah saw yang telah memberi teladan yang indah dalam menyambut dan memanfaatkan bulan Ramadhan, baik di siang hari maupun malam harinya. Baik di awal, tengah, juga di akhirnya. Baik dalam bentuk ilmu, ibadah, akhlaq maupun amalan-amalan shalehnya.

Saudaraku jama’ah Hidayatullah dan kaum muslimin dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Kini kembali kita sudah berada di bulan Sya’ban, berarti beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan yang selalu dirindukan oleh setiap hati yang beriman kepada-Nya meski mungkin Sya’ban dan bahkan Ramahan kali ini, kita akan lebih dalam suasana penuh keprihatinan.

Saat ini kita semua sedang mendapatkan ujian dari Allah Subhana wata’ala berupa wabah virus corona (corona virus decease / Covid-19) yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) telah ditetapkan sebagai Pandemi (wabah dunia) dan telah merenggut banyak korban jiwa serta telah melumpuhkan sendi-sendi kehidupan.

Demikianlah kehidupan, orang-orang yang beriman tidak akan luput dari ujian dari Allah Subhana wata’ala. Terkadang Allah memberikan ujian dengan rasa takut, takut terhadap bencana atau wabah yang melanda atau diuji dengan rasa lapar karena krisis ekonomi dan sebagainya. Dalam menghadapi ujian seperti saat ini maka hendaknya kita

semakin mendekatkan diri kepada Allah meminta pertolongan dan perlindungan-Nya serta meningkatkan rasa kesabaran.

نيَرِِباصلاَّ رِشَِبوَ تاِرَمَّثلاَوَ سِفُْنلأاوَ لاِوَملأاْ نَمِ صٍقَْنوَ عوُِلْاوَ فِوَْلْا نَمِ ءٍيْشَِب مْكَُّنوَُلبَْنَلوَ

Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2] : 155).

Namun demikian, bulan suci Ramadhan tetap akan kita sambut dengan gembira karena Ramadhan adalah waktu terbaik bagi kita untuk bersama-sama meraih lebih banyak barakah, meningkatkan amal shalih, dan memberikan lebih banyak manfaat dan kahirnya mencapai derajat takwa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam semakin meningkatkan intensitas ibadahnya pada ketika Ramadhan sudah dekat. Tidak ada bulan dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak puasa sunnah selain pada Bulan Sya’ban.

Saudaraku jama’ah Hidayatullah dan kaum muslimin yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala.

Kesempatan Ramadhan tentu merupakan kesempatan luar biasa bagi orang-orang yang mengharapkan kemuliaan dunia maupun akhirat yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karenanya sangat disayangkan bila kesempatan yang mahalini kita lewatkan begitu saja.

Saya berharap, pada Ramadhan kali ini kita dapat memasang tekad dengan menetapkan target yang maksimal, baik untuk peningkatan kualitas diri pribadi kita, keluarga kita, jama’ah kita maupun ummat Islam secara umum. Secara jama’i, Saya berharap kita bisa mencanangkan 3 target kesuksesan (TRI SUKSES); yaitu: sukses dalam Ibadah, sukses dalam tarbiyah dan sukses dalam pelayanan ummat.

SUKSES IBADAH

Sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits Rasulullah salallahu alaihi wa sallam, bahwa Bulan Ramadhan merupakan bulan ibadah. Tidak ada bulan dimana beliaumeningkatkan ibadahnya selain pada bulan Ramadhan ini. Maka, mari kita isi hari-harinya dengan meningkatkan ibadah fardhu khususnya shalat berjama’ah. Hidup-hidupkan ibadah-ibadah sunnah (nawafil), seperti: salat tarawih (qiyamu Ramadhan) dan shalat-shalat sunnah yang lain, dzikrullah serta banyak membaca Al-Qur’an. Juga jangan

siasiakan kesempatan untuk banyak berdoa, untuk kemaslahatan diri maupun ummat Islam secara menyeluruh. Karena do’a-doa orang yang sedang berpuasa itu mustajabah.

موُِلْظمَْلا ُةوَعْدَوَ لُداِعَْلا ُمامَلاِوَ رَطِفُْي تَّحَ مُِئاصلاَّ مُُتُوَعْدَ دُّرَُت َلا ٌةَثَلَث

“Tiga golongan yang doanya tidak ditolak oleh Allah; yaitu orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang bertindak adil dan doanya orang-orang yang teraniaya ….. ”(HR. Tirmidzi)

SUKSES TARBIYAH

Wahyu pertama diturunkan oleh Allah kepada Muhammad salallahu alaihi wa sallam pada Bulan Ramadhan. Didalamnya terdapat seruan Iqra’, yang mengajarkankepada kita untuk “membaca” dalam pengertian yang luas. Pada setiap Bulan Ramadhan itu pula, Ruhul Amin Jibril mendiktekan kembali Al-Qur’an beserta maknanya kepada Rasulullah salallahu alaihi wa sallam.

Maka sudah selayaknya apabila warga Hidayatullah memanfaatkan bulan ini untuk mempelajari kandungan Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain (ta’allamal qur’an wa ‘allamahu).

Oleh karenanya buatlah kegiatan untuk warga Hidayatullah dan masyarakat umum yang dapat mempertajam iman, meningkatkan kualitas ibadah, membaguskan akhlaqul karimah serta meningkatkan semangat dalam beramal shaleh. Dengan itu semua peradaban Islam akan terlihat keagungan dan keindahannya.

SUKSES DALAM PELAYANAN UMMAT

Shaum Ramadhan mengajarkan kepada kita untuk mencegah segala bentuk perbuatan jahat (syayyiat) dengan meningkatkan amal-amal kebajikan (hasanat).

Disamping kita berusaha melakukan kebajikan untuk diri kita sendiri juga dituntut untuk mengajak orang lain melakukan kebajikan dan memberi kemudahan kepada orang lain untuk melaksanakan kebajikan. Lebih-lebih dalam kapasitas kita sebagai pemimpin, da’i serta pejuang di jalan Allah. Bukankah Rasulullah salallahu alaihi wasallam mengingatkan kepada kita:

هِِب قُْفراَْف مِْبِ قََفرََف اًئيْشَ تَِّمَُّأرِمَْأ نْمِ لَِوَ نْمَوَ هِيَْلعَ قْقُشاَْف مْهِيَْلعَ قَّشََف اًئيْشَ تَِّمَُّأ رِمَْأ نْمِ لَِوَ نْمَ مَّهَُّللا

“Yaa Allah barangsiapa yang diberi amanah untuk mengurusi suatu persoalan ummat-Ku kemudian ia mempersulit mereka, maka sulitkanlah ia. Dan barangsiapa diberi amanah untuk mengurusi suatu persoalan ummat-Ku kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah mereka”. (HR. Muslim)

Maka buatlah program yang dapat mengantarkan orang lain berbuat kebajikan, seperti: memberi layanan da’wah, penyebaran brosur, buku-buku, memasang spanduk pengingat dan sejenisnya. Demikian juga, berilah kemudahan kepada orang lain untuk dapat menunaikan kewajiban-kewajiban syari’at, seperti dalam pembayaran zakat dan yang lainnya. Kelolalah zakat, infaq serta shadaqah secara sungguh-sungguh dan tunaikanlah amanah ummat kepada yang berhak menerimanya sebagaimana ketentuan Al-Qur’an.

ليِِبسَ فِوَ ينَمِراَِغْلاوَ باَِقرلاِ فِوَ مُْبِوُُلُق ةِفََّلؤَمُْلاوَ اهَيَْلعَ ينَِلماِعَْلاوَ ينِِكاسَمَْلاوَ ءارَقَفُلِْل تاَُقدَصلااََّنَِّإ ميٌكِحَ مٌيِلعَ ُللّاوَ ِللّا نَمِ ًةضيَرَِف ليِِبسلاَّ نِْباوَ ِللّا

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-taubah [9]: 60)

Kita berharap terlaksananya syari’at zakat, infaq serta shadaqah ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara yang kesusahan sekaligus membangun kembali keagungan dan kejayaan Islam.

1 Ramadhan dan 1 Syawal

Setiap tahun selalu saja kita dapati perbedaan sikap diantara kaum muslimin di Indonesia dalam menentukan 1 Ramadhan, 1 Syawal. Ini merupakan salah satu persoalan ummat yang belum dapat dituntaskan.

Sebagai bentuk komitmen Hidayatullah untuk membangun kesatuan ummat serta merajut ukhuwwah Islamiyah, maka Insya Allah kita akan mengikuti keputusan pemerintah yang akan melakukan ru’yat hilal bersama sama dengan MUI dan ormas Islam yang lain. Dengan kapasitas dan peralatan teknologi modern yang digunakan, insya-Allah validitas hasilnya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah salallahu alaihi wa sallam:

نَوْحُّضَُت مَوَْي ىحَضَْلأْاوَ نَوْرُطِفُْت مَوَْي رُْطفِْلاوَ نَوْمُوْصَُت مَوَْي مُوْصلاَّ

“Puasa kalian adalah pada hari kalian berpuasa, berbukanya kalian adalah ketika kalian berbuka dan hari ‘IedulAdha kalian adalah tatkala kalian menyembelih.”(HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Para ahlul ilmi menjelaskan maksud hadits ini adalah bahwa berpuasa dan berbuka itu dilakukan bersama jamaah dan kebanyakan manusia. Insya-Allah pendapat ini yang lebih sesuai.

Akhirnya, selamat menunaikan Ibadah Ramadhan dan mengisinya dengan amal-amal shaleh yang dapat meningkatkan kualitas kita sebagai orang-orang yang bertaqwa. Semoga Allah menerima semua amal shalih kita.

Balikpapan,
14 Sya’ban 1441  H

8 April
2020 M

KH. Abdurrahman Muhammad

Pimpinan Umum

Unduh File Deng Klik Tautan (File PDF)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.