Luqman Al Hakim Surabaya Gelar Ta’aruf Virtual Santri Baru

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Di masa pandemi Covid-19 saat ini, orientasi pengenalan peserta didik baru tidak diperkenankan dilakukan secara langsung. Tetapi harus secara daring atau online.

Sabtu kemarin, Sekolah Integral Luqman Al Hakim, Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Pesantren (MPLP) mulai dari jenjang KB-TK Yaa Bunayya, kelas 1 SD, kelas 7 SMP, hingga kelas 10 SMA Luqman Al Hakim Surabaya tahun ajaran baru 2020-2021.

Digelar secra virtual, kegiatan ini mengusung tema Membangun Sinergi Menyemai Generasi Rabbani. Agenda tiap awal tahun ajaran baru ini dimaksudkan untuk mengenalkan biah pondok pesantren Hidayatullah Surabaya seperti visi, misi, kultur atau budaya pesantren, kegiatan harian pesantren, hak dan kewajiban sekolah dan orang tua, dan lain sebagainya.

Mengunakan aplikasi Microsoft Teams, orang tua wali santri baru mengikuti kegiatan taaruf kelembagaan ini dari rumah masing-masing dipandu tim IT panitia. Hadir dalam kegiatan ini Badan Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah (PPH) Surabaya, Badan Pengurus PPH Surabaya beserta seluruh jajarannya, dan seluruh kepala unit pendidikan Sekolah Integral Luqman Al Hakim Surabaya.

Serah terima santri baru secara simbolis dari orang tua santri kepada pengurus pesantren diterima oleh Kepala Departeman Tarbiyah PPH Surabaya oleh Ustadz Marni Mulyana, Dalam keterangan tertulisnya, Marni menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mewujudkan sinergi antara orang tua dan wali santri dalam proses kegiatan belajar mengajar.

“Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Pesantren, sekolah, dan orang tua harus bersinergi agar proses dan tujuan pembelajaran, yakni membentuk generasi rabbani bisa terwujud” jelasnya.

Sementara itu, Taujih kelembagaan disampaikan Ketua Badan Pembina PPH Surabaya Ustadz Abdul Rahman, SE. Beliau berpesan bahwa proses pendidikan harus tetap berjalan meskipun di tengah pandemi Covid-19. Merujuk kepada hadist Rasulullah Saw bahwa pendidikan harus istiqomah, tiada henti dilakukan mulai dari buaian ibu sampai ke liang lahat.

“Pendidikan harus terus berjalan, apapun tantangannya. Mengingat bahwa pendidikan adalah wujud nyata perintah ber-iqra, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt” pesan beliau.

Sementara itu, seluruh panitia dan undangan yang ada di ruang pertemuan offline wajib mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan memakai masker, faceshild dan menjaga jarak.

Antusiasme orang tua wali santri baru sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Ditunjukkan dengan tingginya jumlah kehadiran yang terlihat dalam aplikasi meeting online ini. */cakrud/humassilh

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.