Peluncuran Gerakan Nasional Infaq Pembangunan Masjid Ar-Riyadh Balikpapan

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad mencetuskan sebuah gerakan secara nasional yang ditujukan kepada para jamaah dan kadernya untuk berinfaq khususnya pada 10 hari terakhir Ramadhan 1442H.

“Momen besar Ramadhan ini perlu ditindaklanjuti,” ujar Ustadz Abdurrahman, dalam arahannya pada acara peluncuran “Gerakan Nasional Infaq Pembangunan Masjid Ar-Riyadh” di Masjid Ar-Riyadh, Kampus Hidayatullah UmmulQura, Gunung Tembak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Seruan Ustadz Abdurrahman pada Ahad, 20 Ramadhan 1442H (02/05/2021) pagi yang disiarkan live streaming melalui Youtube LPPH Gunung Tembak itu disambut antusias jamaah, kader, pendukung, dan simpatisan Hidayatullah se-Indonesia.

Mereka berbondong-bondong mencatatkan namanya sebagai pendonasi dengan nilai dan bentuk yang bervariatif, baik secara offline maupun online.

Gerakan ini juga disebut “pelelangan amal”. Di lokasi acara, Masjid Ar-Riyadh, Ustadz Zainuddin Musaddad yang ditunjuk sebagai koordinator gerakan nasional itu, mengingatkan keistimewaan berinfaq di bulan suci Ramadhan.

Zainuddin menerangkan, peluncuran gerakan nasional itu dilakukan di bulan Ramadhan sebagai momentum yang tepat, mengingat ini adalah waktu yang istimewa bagi kaum Muslimin.

“Kita memahami mengapa kemudian peristiwa ini terjadi di bulan Ramadhan, jelas 10 hari yang terbaik. Oleh karena itu siapapun yang mengambil bagian, Masya Allah, pertama karena memang kita orang yang beriman dengan janji-janji Allah yang pasti dikembalikan dengan cara yang sempurna, dengan kelipatan yang sempurna, dan balasan lain yang Allah tidak sampaikan semua,” ujarnya.

Ia pun memulai “pelelangan” dengan mengajak jamaah yang hadir secara offline untuk berkomitmen berinfaq secara pribadi minimal Rp 100 ribu. Ajakan ini disambut antusias para jamaah.

“Bismillah, Pak, minimal 100 ribu rupiah, tolong diacungkan tangannya, Pak. Semuanya acungkan tanganya. Berarti kita berkewajiban minimal semua 100 ribu rupiah, jangan ada yang ketinggalan, ngacungkan tangan tidak dilihat oleh saya, tapi dilihat oleh Allah. Kita mendaftarkan diri menjadi penghuni-penghuni kemuliaan. Kita ingin memuliakan Ramadhan,” ujar Zainuddin membakar semangat jamaah untuk turut berinfaq.

Pantauan media ini, tampak para jamaah offline pada mengacungkan tangan masing-masing.

Lalu Zainuddin melanjutkan “pelelangan” dengan menyebut nama beberapa orang secara personal. Nama yang disebutkan dari mimbar itu lantas menyebutkan angka yang akan diinfaqkan. Mulai dari seratus ribu rupiah, 500 ribu rupiah, hingga jutaan rupiah disebut satu per satu oleh jamaah. “Silakan dirahasiakan tambahan (infaq)nya,” kata Zainuddin juga.

Sementara itu di Youtube, kolom komentar dibanjiri rentetan dukungan jamaahnet yang menuliskan komitmennya berinfaq untuk pembangunan masjid. Jamaah ada yang tercatat berinfaq mulai ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.

“Jangan anggap yang kecil-kecil itu nilainya rendah, tidak! Sama nilainya. Seperti saya kalau berinfaq Rp 10 juta itu yah sama Rp 1 miliar itu,” ujar Ustadz Abdurrahman seraya tersenyum, “karena apa penghasilan saya, tidak ada penghasilan saya, penghasilan saya min haitsh la yahtasib (dari arah tak terduga) saja,” sambungnya lagi-lagi tersenyum.

Pada kesempatan itu, Ustadz Abdurrahman atas nama keluarga besarnya turut berinfaq untuk masjid. Ia menjelaskan bahwa beberapa saat lalu ada orang bersedekah kepadanya, lalu Ustadz Abdurrahman pun menyedekahkan lagi sedekah itu untuk masjid.

Lantas, ibarat bola salju, berbagai deret angka komitmen infaq jamaah bergantian menghiasi kolom komentar di Youtube yang hingga berita ini ditulis telah ditonton lebih dari 4 ribu tayangan.

Sementara petugas terus mencatat dan melakukan penjumlahan otomatis dengan totalan sementara yang terus membengkak.

Untuk diketahui, hingga kini panitia telah mencatat himpunan dana komitmen infaq itu total sementara lebih dari Rp 1 miliar. Sebagian pendonasi telah menunaikan infaqnya, baik secara langsung (tunai) kepada panitia, maupun lewat transfer.

Di berbagai daerah kemudian bergerak melalukan penggalangan dana untuk infaq pembangunan masjid. “Kami Dengar dan Kami Taat… Bismillah, kita mulai penggalangan dana infaq masjid,” ujar Muhammad Isnaeni, Ketua DPW Hidayatullah DKI Jakarta, Ahad (02/05/2021), menyambut seruan Pemimpin Umum Hidayatullah, seraya mengajak jamaahnya di DKI Jakarta agar turut berinfaq.

Sebentar kemudian, langsung bermunculan daftar-daftar nama jamaah yang akan berinfaq disertai nominalnya di grup WhatsApp.

Untuk diketahui, Masjid Ar-Riyadh, sebagai ikon utama yang merupakan tempat bersejarah bagi Hidayatullah, adalah pusat kegiatan ribuan warga dan santri di kampus Gunung Tembak.

Masjid ini terletak di puncak Gunung Tembak. Dari kejauhan, dua kubah kembarnya sudah terlihat sejak di kelokan Jalan Mulawarman, poros Balikpapan-Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Jika malam hari, masjid yang sebagian lantainya sudah dipasangi marmer itu tampak indah bertabur cahaya.

Saban hari, para santri dan masyarakat sekitar rukuk dan sujud secara berjamaah di sini. Suara lantunan adzan tak putus setiap shalat lima waktu. Berbagai kegiatan keagamaan juga tak pernah henti dilakukan.

Di sekitar masjid, berdiri beberapa bangunan pesantren. Ada ruang kantor, asrama dan madrasah santri, serta lapangan dan perumahan warga pesantren. Masjid empat lantai itu hingga kini belum rampung pembangunannya, meskipun sejumlah ruangan telah digunakan untuk tempat ibadah, dakwah, pendidikan, sosial, dan sebagainya.

“Masjid ini harus diselesaikan (pembangunannya) dalam waktu dua tahun ini,” ujar Ustadz Abdurrahman menegaskan, di depan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Balikpapan Hamzah Akbar dan segenap jajarannya, serta para jamaah dan pendukung Hidayatullah yang menyaksikan tayangan itu se-NKRI bahkan ada yang di luar negeri. (Media Center UmmulQura)