Ratusan Peserta Ikuti Training Aqidah Hidayatullah Baras

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

BARAS (Hidayatullah.or.id) – Sekira 150 binaan Hidayatullah yang berasal dari 10 afdeling di antaranya Balanti, Kuma, Too, Amazon dan lainnya, mengikuti acara Training Bina Aqidah yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kabupaten Mamuju Utara di Kampus Hidayatullah Baras, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat (Sultra), Ahad (19/11/2017).

Peserta dari perwakilan sepuluh afdeling ini memadati ruang aula acara gedung Sekolah Islam Terpadu Lukmanul Hakim Baras. Afdeling adalah istilah kata ganti “wilayah administratif” yang berasal dari bahasa Belanda yang masih umum digunakan warga di wilayah tersebut.

Kegiatan ini sendiri merupakan rangkaian tindaklanjut program dakwah Hidayatullah yang sudah terintis sejak pertengahan tahun 1993 lalu di Baras, guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dasar-dasar Islam.

Acara ini digelar di desa Motu, salah satu desa di Kecamatan Baras di Kabupaten Mamuju Utara yang tidak asing lagi dengan dakwah dai Hidayatullah.

Di ruangan sekolah yang juga dibangun atas pembiayaan dana sosial perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Unggul Widya Tekonologi Lestari ini, peserta mengaku merasakan keseimbangan padatnya kerja dengan penyegaran melalui taklim-taklim yang dikemas dengan training bina aqidah ini.

Peserta trianing berasal dari berbagai latar pendidikan dan profesi, meski terbanyak adalah karyawan mulai dari keamanan, permanen, mekanik, operator pabrik hingga asisten kepala di perusahaan tersebut.

“Terasa lelahnya. Tapi demi (taklim) ini saya harus datang,” ujar Abdul Rauf peserta asal afdeling Amazon yang rumahnya berjarak 8 kilometer dari tempat acara.

Pada kesempatan ini pihak panitia mengundang Anwari Hambali, Anggota Dewan Mudzakarah DPP Hidayatullah, yang telah sejak lama juga ikut menguatkan gerakan dakwah di wilayah tersebut.

Mengawali materinya, Anwari menyitir al-Quran surah Al Quraisy sebagai bahan pembahasan yang erat dengan penyembahan kepada Allah yang memberi makan, memberi rasa aman dari ketakukan bukan karena kerja yang mereka lakukan. Sekaligus menggambarkan model kelompok manusia yang selamat dan yang celaka dari tipu daya dunia.

Beliau menjelaskan, kelompok celaka adalah mereka yang hidupnya hanya berorientasi pada keperluan dan tujuan kehidupan dunia semata. Dan, adapun yang selamat, adalah mereka yang menjadikan surga sebagai tujuan melalui penerapan gaya hidup sesuai dengan gayanya Nabiyullah Muhammad SAW.

Sementara itu, Abdurrahman Hasan, selaku ketua Departemen Pembinaan Anggota DPW Hidayatullah Sulbar mendorong kepada peserta memaksimalkan waktu dan perhatian selama mengikuti jalannya acara yang dikemas dalam sehari.

“Bina aqidah ini adalah upaya penjenjangan taklim untuk selanjutnya membentuk jamaah taklim dengan kriteria pesertanya bahkan bisa diproses menuju jenjang kaderisasi dasar yakni training marhalah uula,” pungkasnya.

Menerangkan tujuan diadakannya acara tersebut, Ketua DPD Hidayatullah Mamuju Utara, Habibi Nursalam, bersama pengurus lainnya mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan acara serupa dalam setiap tahunnya seiring dengan tingginya permintaan masyarakat dalam pembinaan keagamaan.

Kata dia, sejatinya acara serupa dilakukan pada pertengahan tahun ini akan tetapi dikarenakan hal teknis sehingga dilakukan pada akhir tahun.

“Semoga pertengahan tahun depan bisa kita lakukan kembali karena masih banyak jamaah yang belum bisa hadir sekarang, ini tantangan bagi kami” terangnya.

Habibi menambahkan, kondisi jamaah dari beberapa tempat seputaran perusahaan kelapa sawit Baras khususnya sangat membutuhkan pembinaan ruhani rutin.*/Muhammad Bashori

 

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.