Dari Kupang Mengabdi di Tapal Batas Kepulauan Anambas

ANAMBAS (Hidayatullah.or.id) – Sebagai organisasi yang memiliki mainstream gerakan dakwah dan pendidikan, Hidayatullah selalu mendorong kadernya untuk membangun dan menyebarkan wawasan kebangsaan guna merawat dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai rumah besar kita.

Nilai-nilai itu pulalah yang ditanamkan kepada segenap kader sehingga kader Hidayatullah siap mengabdikan diri untuk umat dimana saja termasuk ke daerah-daerah terpencil untuk membina umat.

Demikianlah misalnya yang kini dijalani dai muda Hidayatullah Lukman Banfatin yang kini mengemban amanah dakwah di tapal batas NKRI di Anambas.

Lahir 24 tahun yang lalu di Sillu, Nusa Tenggara Timur. Lukman Banfatin itulah nama pemberian dari kedua orangtuanya, berharap dari nama ini anaknya menjadi seorang guru.

Masa-masa sekolah Lukman dihabiskan di Kupang, NTT mulai dari Madrasah Ibtidaiyyah hingga Madrasah Aliyah.

Bakat untuk menjadi guru, sebagaimana harapan dari orangtuanya ini sudah mulai muncul ketika ia bertemu dengan seorang dai Hidayatullah, Suhardi Lehidonu, yang bertugas di kampung halamannya.

“Beliau mengabdikan ilmunya di daerah kediaman kami yang jauh dari pusat kota dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang 20 km. Dengan kehadiran beliau kami dapat belajar iqra sampai bisa membaca Al-Quran,” kata Lukman.

Oleh Kepala Sekolah Madrasah Aliyahnya di Pesantren Hidayatullah Kupang ditawarkan kepada orangtua, agar Lukman melanjutkan studinya di STIT Batam milik Hidayatullah.

Tanpa pikir panjang, kedua orangtua Lukman langsung merestui anaknya untuk melanjutkan belajarnya hingga keluar dari tanah kelahirannya.

Menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi orangtua yang mampu menyekolahkan anaknya hingga keluar dari kampung halamannya, yang patut disyukuri adalah semua itu beasiswa penuh dari STIT Hidayatullah.

“Berharap, semoga Lukman mampu mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru aamiin,” tutur ibunda Lukman yang tidak terasa airmata beliau menetes.

Tugas menjadi seorang guru itu, Lukman dapatkan ketika lulus dari STIT Hidayatullah Batam dan kini mengabdi kepada masyarakat dengan menjadi guru Al Quran dan taklim keislaman.

Saat ini suami dari Siti Khodijah Rusli ini membutuhkan sebuah sarana transportasi untuk menunjang kegiatan belajar-mengajarnya bersama masyarakat binaannya di Desa Tarempa Timur, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas.

Lukman menempuh pendidikan SD di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sillu Kupang, MTs dan MA di Hidayatullah Kupang serta menuntaskannya studi tingginya di STIT Hidayatullah Batam. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.