Setelah 29 Tahun, Saat ini “Air Sudekat” Hidayatullah Merauke

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

MERAUKE (Hidayatullah.or.id) – Bukanlah perkara sederhana untuk mendapatkan sumber air yang layak konsumsi di Provinsi Papua Barat, tak terkecuali di Kabupaten Merauke.

Tetapi, layaknya tagline iklan, kini “air sudekat” di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Merauke berkat usaha dan upaya yang sungguh-sungguh yang dilakukan oleh pengurus.

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar. Ya, demikianlah lafaz penuh syukur yang terucap dari Pimpinan Pondok pesantren Hidayatullah Merauke Ust Muhammad Panji. Panji mendadak dijuluki dai spesialis sumur bor karena berhasil menaklukkan bebatuan karang dikala bertugas di Biak dan kini “menaklukkan” lumpur Merauke.

Warga dan masyarakat sekitar Kampus Hidayatullah Merauke pun mensyukuri nikmat semburan “air tawar” di awal tahun 2018 ini.

Betapa tidak, sejak tahun 1992 air tawar menjadi barang langka di Pesantren Hidayatullah yang beralamat di Jalan Cikombong, Desa/Kampung Kelapa V Merauke ini.

“Kebutuhan air tawar untuk 300 santri selama ini dipenuhi dengan membeli dari kota Merauke, sekurang kurangnya 5000 liter perhari di musim hujan sekalipun. Namun bila musim kemarau bisa 3 tanki atau 15,000 liter perhari,” ungkap Panji.

Alhamdulillah, berkat kebaikan hati Pak Purwa, seorang pengusaha sukses Kota Rusa ini yang membantu pengeboran sampai ketemu air tawar yang diinginkan.

“Sebelumnya di banyak lokasi telah dicoba namun belum berhasil bahkan ada yang kedalaman 150 meter. Kali ini di kedalaman 94 berhasil,” imbuh Panji.

Merauke yang dijuluki sebagai lambung padi Papua dikenal dengan hamparan dataran rendah. Tak ada batu dan pasir, sebagian besar rawa mangrove yang menjadi surganya ikan air tawar se-Papua.

Pesantren yang berada di pesisir Selatan Papua ini tidak jauh dari muara sungai Maro yang airnya asin dan setiap air laut pasang maka menggenangi seluruh kampus.

Air tawar adalah Kebahagiaan dan berkah seluruh santri dan pastinya tidak ada alasan untuk bermalasan belajar, belajar dan belajar agar kelak lahir dai tangguh yang dinantikan umat di ujung timur NKRI ini.

“Jangan pernah berhenti bergerak gerak untuk mencapai kemenangan,” ujar Kadephal DPP Hidayatullah Ust Jamaluddin Nur dalam tabligh akbar dirangkai Rakerwil di penghujung 2017 lalu di Kampus Hidayatullah Merauke.*/ Muhammad Haeranzi

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.