Hidayatullah Cirebon Cetak 31 Santri HuffadzPreneur

CIREBON (Hidayatullah.or.id) – Sebanyak 31 santri HuffadzPreneur Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Cirebon telah menyelesaikan pendidikan menghafal Al-Quran 30 juz dalam waktu 6 bulan.

Hal itu ditandai dengan proses wisuda Pesantren HuffadzPreneur Hidayatullah Kota Cirebon pada Sabtu (7/4/2018) di halaman pesantren setempat.

Prosesi wisuda dilakukan langsung Pimpinan Pesantren Hidayatullah Cirebon, Ust Taufik Wahyudiono, dengan memberikan sertifikat kepada para wisudawan.

Hadir sejumlah tamu undangan diantaranya Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat Ustad Dadang Abu Hamzah, pembina Ponpes Hidayatullah Cirebon Ust Ahmad Nurdin, ulama sekaligus pengusaha Cirebon Dede Muharram, para orangtua dari 31 santri dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Pimpinan Pesantren Hidayatullah Kota Cirebon Taufik Wahyudiono dalam sambutannya mengungkapkan, program HuffadzPreneur ini merupakan tahun pertama digelar dengan fokus menghafal Al-Quran 30 juz selama 6 bulan. Program ini dimulai sejak 7 Oktober 2017 sampai dengan 7 April 2018.

“Selain menghafal, santri juga dibekali dengan kemampuan kewirausahaan, thibbu nabawi, jurnalistik, dan juga public speaking. Tidak tanggung-tanggung panitia HuffadzPreneur telah mendatangkan mentor-mentor nasional untuk menggembleng para santri HuffadPreneur ini,” ungkap Taufik.

Pihaknya menargetkan setelah selesai mengikuti program HuffadzPreneur pertama di Pesantren Hidayatullah, para lulusan bisa menjadi pelopor untuk berdakwah dengan ilmu yang diperolehnya. Mereka para santri datang dari berbagai daerah seperti Riau, Jakarta, Aceh, NTB dan daerah lainnya di Indonesia.

Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Dadang Abu Hamzah mengatakan, program tersebut adalah program pembinaan kepada para santri di mana tantangan zaman semakin berat. Setelah 6 bulan, santri akan menjadi pioner-pioner kebaikan di daerah masing-masing.

“Karena berdasarkan hadits orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya. Abu Abdurahman membacakan (Al-Quran) pada massa Usman hingga Hajjaj pun berkata, “Dan hal itulah yang menjadikanku duduk di tempat dudukku ini’,” tutur Dadang mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari.

Pihaknya juga mengharapkan, setelah lulus para santri bisa bersaing dengan para pengusaha lainnya, karena mereka mendapatkan ilmu tentang skill dunia usaha, apakah mereka menjadi tokoh masyarakat ketika pulang nanti, apakah mereka menjadi pengusaha.

“Semua pasti akan ada jalannya karena terlebih mereka belajar Al-Quran, sudah tentu dijamin dan dipermudah jalan kehidupannya oleh Sang Maha Kuasa,” imbuhnya.

Perwakilan santri dari Natuna, Taundillah mengungkapkan banyak terima kasih atas bimbingan para pembimbing selama 6 bulan belajar. Dia juga berharap dengan ilmu yang didapat menjadikan dirinya istiqomah dengan belajar Al-Quran.

“Awalnya kami dapat info dari media sosial. Dengan ini kami bisa berkumpul menuntut ilmu. Pesertanya ada dari Sumatera, Sulawesi, Jawa. Ini tentunya sebagai suatu kebanggaan tersendiri, mudah-mudahan ilmu ini dapat bermanfaat di medan dakwah,” katanya

Taundillah berharap program Pesantren Hidayatullah Cirebon ini kedepannya semakin lebih baik lagi sehingga semoga program bisa terus menebarkan para penghafal Al-Quran,” kata Taundillah. (egi/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.