Maksimalkan Ibadah Ramadhan dengan Belanja Diawal

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

DEPOK (Hidayatullah;or.id) – Salah seorang pendiri Hidayatullah, Ustadz HA Hasan Ibrahim mengingatkan kaum muslimin khususnya kader Hidayatullah agar memaksimalkan betul bulan suci Ramadhan dengan ibadah sebaik-baiknya.

Pesan tersebut disampaikan beliau dikala menjadi narasumber dalam acara Tarhib Ramadhan yang digelar DPW Hidayatullah Jabodebek di Kampus Hidayatullah Depok, Ahad pekan lalu.

Supaya ibadah Ramadhan betul-betul optimal, beliau pun menyarankan agar mempersiapkan segala kebutuhan rumah seperti keperluan dapur dan persiapan Lebaran/ Idul Fitri sejak awal.

“Persiapkan diri dengan serius. Kalau mau belanja, belanjalah sekarang. Jangan di pertengahan Ramadhan baru sibuk cari bawang putih bawang merah lombok hijau lombok merah. Ini yang mengganggu,” katanya.

Beliau pun mengingatkan agar tidak berlebih-lebihan terutama dalam hal konsumsi. Menurutnya, adalah salah kaprah di masyarakat bulan Ramadhan selalu lebih diidentikkan dengan beragama jenis makanan. Padahal keistimewaan Ramadhan adalah bulan yang berlimpah dengan kemuliaan dan ganjaran pahala yang berlipat ganda.

“Kalau puasa Ramadhan, makanan itu lebih istimewa. Makanan yang biasanya tidak ada, ada. Biasa gak makan kelapa hijau, pas puasa beli kelapa hijau. Ini kenapa. Kenapa begini. Ini karena kita tidak membiasan puasa sunnah,” ujarnya.

Dalam pada itu, Ust Hasan menekankan memuliakan bulan suci ini dengan ikhtiar untuk beribadaha semaksimal mungkin dengan memasang target-target yang diprioritaskan dan harus dicapai.

“Jangan pernah mengaggap puasa sebagai perkara sepele. Karena bisa jadi tanpa terasa tiba tiba kita kehilangan momen Ramadhan dan akhirnya tinggal gigit jari. Sementara itu kita mungkin bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Terutama buat yang sudah tua-tua seperti saya. Tapi yang muda jangan senang dulu, sebab kematian bisa datang kapan saja tanpa pandang usia,” pesannya.

Belau perpesan, prioritas ibadah Ramadhan adalah shalat berjamaah, menghidupkan malam malamnya dengan Qiyaamullail (tahajuud), memperbanyak shalat-shalat sunnah, memaksimalkan baacan Al Qur’an serta merutinkan dzikir dan doa untuk diri, keluarga, komunitas, dan secara umum bangsa Indonesia. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.