Hidayatullah Mamuju Terus Majukan SDI Berstandar PIBT

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) – Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, Sulawesi Barat, berkomitmen untuk terus memajukan dan mengembangkan Sekolah Dasar Integral (SDI) Al Furqon yang dikelola saat ini agar berstandar nasional Pendidikan Islam Berbasis Tauhid (PIBT) dengan akreditasi dari Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah.

Dalam rangka upaya tersebut, Sekolah Dasar Integral Al-Furqan Hidayatullah Mamuju memberanikan diri untuk melakukan visitasi standarisasi Pendidikan Islam Berbasis Tauhid bersama asesor dari Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah.

Mereka menghadirkan Asesor dari Dikdasmen DPP Hidayatullah yakni Drs. Aep Saepuddin dan Adi Purwanto, M.Pd.

Dalam sambutannya, Asesor menyatakan salut kepada pengelola sekolah SD Integral Al-Furqan yang mau mendahului kegiatan pendidikan dengan segala kekurangan yang dimiliki namun yakin akan perubahan dan membuktikannya dengan kerja keras.

Sadar akan kekurangan itulah kemudian ketua Yayasan Pendidikan Cerdas Mandiri, Herman DJ, S.Sos.I bersama kepala SD Integral Al-Furqan Abdul Majid, S.S. S.Pd.I berinisiatif untuk segera melakukan visitasi sekolah tersebut.

Herman menjelaskan, “Kami melakukan (visitasi sekolah) ini bukan karena ingin mendapatkan pengakuan dan predikat membanggakan, tapi karena ingin berjalan sesuai dengan pola dan sistem pendidikan yang ada di Dikdasmen”.

Meski secara administratif SD Integral Al-Furqan sudah mendapatkan Akreditasi B dari Dinas Pendidikan Kota Mamuju tiga tahun lalu, namun pengurus ingin terus melakukan perbaikan manajemen dan menguatkan kapasitas dalam peningkatan mutu pelayanan terhadap peserta didik.

Drs. Aep Saepuddin salah seorang asesor juga menyentil hal senada dengan ketua yayasan dan kepala sekolah sebelumnya.

“Saya tidak pernah mengatakan itu sebagai kekurangan justeru itulah yang menjadi kebanggakan kita karena telah melakukan kebaikan di saat yang lain belum berani karena terhantui dengan kelemahan,” kata Aep.

Menurut Aep, keberanian membuka sekolah adalah upaya memaksimalkan fungsi tugas sebagai khalifah yang harus berorientasi manfaat.
“Tunjukkanlah kalau kita ini punya ilmu dan dibutuhkan oleh orang lain untuk bisa menyelesaikan persoalan dan itu harus dibangun di atas keimanan dan sistem yang benar, makanya itu perlunya visitasi ini untuk menyegarkan niat,” katanya.

Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Oktober ini akan dilanjutkan dengan Upgrading Guru Hidayatullah se-Sulawesi Barat keesokan harinya di tempat yang sama.

Juga aktif dalam tim asesor Adi Purwanto, M.Pd. memberikan materi dalam upgrading tersebut dan sebelumnya banyak memberikan masukan terkait proses pendidikan di SD Integral Al-Furqan.

“Pertama hanya ingin memastikan apakah sudah mendekati sistem selanjutnya kita benahi bersama dan kami siap melakukan konseling ke semua sekolah kita,” terangnya.

Memastikan proses pendidikan di sekolah tersebut apakah sesuai dengan standarisasi Pendidikan Berbasis Tauhid, tim asesor bersama tenaga kependidikan dan pengurus mengevaluasi setiap aplikasi sistem yang selama digunakan.*/Muhammad Bashori

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.