Arasy: Hidayatullah Hadir untuk Bersama-sama Majukan Umat

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

DUMAI (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Muhammad Arasy Arhat, mengatakan ormas Hidayatullah dengan beragam amal usahanya seperti dakwah, sosial , ekonimi dan lembaga pendidikan Islam hadir di tengah masyarakat untuk bersama-sama dengan lembaga lainnya dalam memajukan umat.

“Melalui lembaga pendidikan Hidayatullah ini diharapkan akan melahirkan generasi Qur’ani dan para pendakwah tangguh, sehingga kegiatan dakwah makin berkembang,” ujarnya pada Rapat Kerja wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Provinsi Riau, yang digelar selama dua hari beberapa waktu lalu berlangsung di Kampus Ponpes Hidayatullah Dumai.

Rakerwil Hidayatullah Riau dibuka Ketua Pokjawas Kementrian Agama Dumai Ismail Abbas. Ismail Abbas turut didampingi oleh Pengawas Kemenag Kota Dumai Ust. H. Abu Bakar serta dihadiri sejumlah tokoh agama dan tokoh Masyarakat Kota Dumai.

Rakerwil Hidayatullah Provinsi Riau ini diikuti oleh segenap pengurus DPW Hidayatullah Riau serta jajaran pengurus DPD Hidayatullah se-Provinsi Riau diantaranya DPD Hidayatullah Pekanbaru, DPD Dumai, DPD Siak, DPD Bengkalis, DPD Rokan Hilir, amal usaha Kampus Madya Pekanbaru, amal usaha Kampus Madya Dumai, dan PW Mushida Riau.

Rakerwil juga diisi dengan tabligh akbar dengan tema “Mencetak Generasi Qur’ani. Pada pembukaan rakerwil juga dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Tahfidz Putri Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Dumai.

Menurut Muhammad Arasy, perkembangan Hidayatullah dalam mencetak kader pendakwah dan penghafal Qur’an berkembang dengan cukup baik. Dimana Pondok Pesantren Hidayatullah yang berpusat di Kota Balikpapan Kalimantan Timur itu kini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Papua.

Dia menegaskan, untuk mencetak geberasi Qur’ani tidaklah semudah yang dibayangkan, tantangannya cukup berat. Melahirkan secara alami tidaklah mungkin, tanpa rekayasa lingkungan seperti di pondok ini. Bahkan, di pondok sendiri cukup sulit. Bila para pengasuhnya lengah, maka tentunya tidak akan menghasilkan generasi Qur’ani yang sesuai dengan harapan.

Perkembangan dakwah tidak berkembang dengan baik, kata dia, karena media-media tidak memberitakannya dengan baik. Kondisi hari ini tidak dapat dipungkiri bahwa perlakuan terhadap para pendakwah dinilai cukup menghkhawatirkan. Bahkan, persekusi terhadap ulama dipertontonkan secara terang-terangan tanpa penegakan hukum yang adil.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Para pendakwah Hidayatullah memang telah teruji dengan segala macam situasi dan kondisi. Sesulit apapun situasinya, pendakwah Hidayatullah tetap bertahan dengan kesabarannya,” ungkapnya.

Dalam pengarahannya, Muhammad Arasy mengatakan pentingnya selalu menguatkan komitmen terhadap visi, misi dan mainstream gerakan Hidayatullah. Dia juga menekankan aktualisasi Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) bagi segenap kader dakwah.

“Melalui GNH, setiap kader dan jamaah Hidayatullah diharapkan terhantar menjadi pribadi muslim yang dekat kepada Allah, tekun dalam bekerja, sabar, penyayang, tak mudah menyerah, tak suka mencaci, dan berbakti hanya kepada Allah dengan mengerahkan segenap potensi melakukan kebaikan untuk agama, nusa dan bangsa Indonesia,” pesannya.

Sementara Ismail Abbas, Ketua Pokjawas Kemenag Dumai, memberikan apresiasi atas kepercayaan Dumai sebagai tuan rumah kegiatan Rakerwil ini. Apa yang dilaksanakan lembaga dakwah di daerah ini sangat memberikan kontribusi yang positif.

Menurutnya, tumbuh kembangnya dakwah hendaknya bersinergi dengan berbagai lembaga dan komponen dakwah lainnya. Selain itu, lembaga dakwah yang dilaksanakan secara sistematis memberikan arah untuk melahirkan generasi Qur’ani yang lebih baik. Dimana lembaga dakwah bertujuan untuk melaksanakan tanggungjawab amar makruf dan nahi munkar.

Rasa optimis dan harapan Kemenag bahwa lembaga pendidikan Hidayatullah akan berkembang dengan baik, yang akan melahirkan generasi Islami yang tangguh. Sangat membanggakan bahwa saat ini Hidayatullah Dumai akan membangun Sekolah Tahfidz Putri, yang akan menjadi tempat melahiran hafidzah-hafidzah di daerah ini.

“Saya berharap agar Rakerwil Hidayatullah Provinsi Riau ini menghasilkan program-program yang dapat memajukan pendidikan Islam melalui wadah lembaga pendidikan Hidayatullah ini,” ucap Haji Ismail yang juga Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Dumai.

Pada kesempatan tersebut dilakukan dengan Peletakan Batu Pertama Pembangunan gedung sekolah Tahfidz Putri Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Dumai oleh Muhammad Arasy dan Ismail Abbas. (dmz/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.