Santri Hidayatullah Manokwari Dapat Bimtek Budidaya Ayam

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) — Santri Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari, Papua Barat, khususnya yang diseleksi memiliki minat di bidang peternakan, mengikuti kegiatan bimbingan tekhnis (bimtek) budidaya ayam buras bagi Santri Tani Milenial Kabupaten Manokwari di Pondok Pesantren Hidayatullah, Manokwari, belum lama ini.

Kegiatan yang diselenggarakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Manokwari, ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta memberikan kesempatan kepada santri tani milenial untuk mempelajari bidang pertanian melalui pendekatan kelompok.

Wakil Direktur II Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, Dr. Aswandi menyebutkan, kegiatan ini merupakan program Kementerian Pertanian dalam gerakan penumbuhan SDM pertanian mendukung Indonesia sebagai lumbung pangan Dunia 2045.

“Para generasi muda tersebut diwajibkan menjadi satu kelompok yang disebut Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM),” kata Aswandi.

Sebanyak sepuluh KSTM menerima bantuan unggas yang tersebar di Kabupaten Manokwari, Kota Sorong, dan Kabupaten Sorong. Polbangtan Manokwari turut mendapat amanah dalam penumbuhan dan penguatan KSTM di Wilayah Papua Barat.

Dalam kegiatan Bimtek, para Dosen Peternakan Polbangtan Manokwari turut berpartsipasi, diantaranya: Sritiasni, S.Pt., M.Si., Dr. Aswandi, Susan C. Labatar, S.Pt., M.Si, Ir. Enos The, M.P., serta perwakilan Dinas Peternakan, drh. Esti Vivi Damayanti D. Peserta dengan antusias menerima materi yang disampaikan.

Bimtek Budidaya Ayam Buras diikuti oleh empat KSTM yang terdiri dari 40 orang peserta yang berasal dari tiga pondok pesantren, Ponpes Hidayatullah, Ponpes Darussalam, dan Ponpes Salafiyah.
Turut hadir dalam kegiatan, Perwakilan Distrik Manokwari Selatan, serta Kepala Balai Penyuluh Pertanian Manokwari. Direktur Polbangtan Manokwari beserta Markus Sahetapy, S.ST. mengindentifikasi Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, sedangkan Dr. Aswandi beserta Ir. Nani Zurahman, MP menelusuri Kabupaten Manokwari.

Program KSTM mensyaratkan Pondok Pesantren (Ponpes) memiliki lahan untuk penempatan kandang dengan kapasitas 500 ekor. Setiap KSTM beranggotakan 20-30 orang dengan umur 15-39 tahun yang memiliki keminatan di bidang peternakan. Tiap Ponpes dapat mengajukan maksimal 3 KSTM.

KSTM yang terpilih akan mendapatkan bantuan ayam 500 ekor umur 4 minggu, bantuan pakan 2 kilogram per ekor untuk 2 bulan. Paket vitamin dan desinfektan pun diberikan. Termasuk paket bantuan kandang serta Bimbingan Teknis budidaya ayam untuk 10 orang per-KSTM.

Dengan berjalannya Program KSTM, menjadi salah satu upaya dalam mendukung terwujudnya Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045. Program KSTM diharapkan dapat memberikan bekal ilmu dunia bagi santri, meningkatkan kualitas, kompetensi santri di bidang peternakan dan santri dapat menjadi job creator sebagai wirausaha bidang peternakan.

Sementara itu pihak Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari menyambut baik program tersebut dan berharap dapat dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berharap ditambah kuotanya,” Ust Suwandi, pengasuh Ponpes Hidayatullah, Manokwari, Papua Barat. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.