Peserta Jamnas Pandu Luwu Timur Dibekali Filosofi Bugis

LUWU TIMUR (Hidayatullah.or.id) — Pelepasan santri MI, SMP, SMA Integral Darul Ilmi Hidayatullah Towuti, Kabupaten Luwu Timur, untuk mengikuti Jambore Nasional II Pandu Hidayatullah di Bumi Perkemahan Nasional Coban Rondo, Kota Malang, Jawa Timur, dipesan untuk selalu menjaga akhlaqul karimah, menjunjung tinggi adab Islam serta dibekali pesan filosofi Bugis: siri’na pace, sipakkatau dan sipakalabbi.

Para santri peserta Jambore Nasional ini langsung dilepas Ketua Yayasan sekaligus Ketua DPD Hidayatullah Luwu Timur Ust Najamuddin, beserta Komandan Pandu Hidayatullah Luwu Timur Ust Mukhsin. Hadir pula kepala sekolah MI, SMP dan SMA Integral Darul Ilmi beserta para dewan guru dan pengasuh dan wali murid.

Ketua yayasan, Najamuddin, dalam sambutan berpesan kepada semua santri dan pendamping agar menjaga niat dan tetap menjaga kultur Hidayatullah pun juga budaya siri’na pace, sipakkatau dan sipakalabbi.

Najamuddin menjelaskan, filosofi siri’na pace berkaitan dengan etos kerja. Ia mendorong santrinya yang mewakili Luwu Timur ini agar mengerahkan segala potensi secara maksimal tanpa terlalu memikirkan hasil. Yang penting, tegas dia, adalah semangat dan dedikasi terbaik.

Sementara filosofi sipakatau dan sipakalebbi, lanjut Najamuddin, memuat pesan agar dimana pun kita berada harus selalu menjaga adab dengan saling menghormati satu sama lain dan menghargai antar sesama.

Nilai-nilai dalam filosofi Bugis tersebut, terangnya, sebenarnya ditarik dari ajaran Islam sebagaimana diterangkan dalam ayat 125 Surah An Nahl tentang pentingnya kesabaran, keuletan dan kasih sayang.

“Dengan diikutkannya anak-anak sekalian dalam Jambore Nasional ini semoga menambah wawasan kepanduannya serta silaturrahim dengan santri Hidayatullah dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia,” ujarnya, Ahad (22/9/2019).

Diwaktu yang sama kepala sekolah SMP Integral Darul Ilmi Mukhsin, berpesan agar para peserta yang berangkat jangan sampai kalah sebelum bertanding karena minder melihat peserta dari Hidayatullah di luar Sulawesi Selatan.

Peserta yang diberangkatkan 35 orang peserta terbagi dari 3 kelompok yakni dari MI, SMP, dan SMA Integral Darul Ilmi beserta 5 orang pendamping.

Diketahui, acara pelepasan pada hari sabtu tanggal 21 September 2019 sore dan berangkat malam Ahad setelah shalat maghrib dengan menggunakan Bus Mega Mas.*/Andi Alfian Salassa

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.