Hidayatullah Sulawesi Barat Bertekad Kuatkan Konsolidasi

PASANGKAYU (Hidayatullah.or.id) — Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat Imran M. Djufri, S.Pd.I mengatakan pihaknya akan terus melakukan penguatan struktutral dan konsolidasi organisasi dalam rangka pemantapan mainstream gerakan dakwah dan tarbiyah.

Hal itu disampaikan dia dalam sambutannya di pembukaan acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) V Hidayatullah Sulawesi Barat yang digelar di Hotel Multazam, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, Sabtu (11/1/2019).

“Sejatinya rapat adalah membuat program kerja yang sesuai potensi serta mengerjakan semua yang menjadi kesepakatan di dalamnya,” kata Imran.

Rakerwil Hidayatullah Sulbar ke-5 kali ini dilaksanakan di Hotel Multazam Pasangkayu selama dua hari, dimulai Sabtu dan Ahad tanggal 11 Januari ini.

Rakerwil dihadiri enam fungsionaris DPD yang ada di Sulawesi Barat yakni Kabupaten Mamuju, Majene, Mamuju Tengah, Pasangkayu dan DPD Kabupaten Mamasa.

Rakerwil terakhir kalinya dalam periode kepengurusan 2015–2020 ini mengambil tema Konsolidasi Wilayah untuk Pencapaian Target Organisasi.

Kepala Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Drs. Tasrif Amin, M.Pd.I, yang membuka acara tersebut mengatakan tema yang diangkat dalam Rakerwil Hidayatullah Sulbar ini sesuai dengan konsolidasi skala nasional yang memprioritaskan program program utama organisasi dalam merealisasikan visi.

Menurut Tasyrif, setidaknya rapat ini harus menghasilkan tiga bahan; laporan kerja 2019, program kerja tahun 2020 dan APBO tahun 2020. Untuk itu ia meminta memaksimalkan rapat karena sejatinya orang beriman itu menurutnya sangat rapi pekerjaannya.

“Tahajjud yang kita lakukan semalam adalah media permohonan kepada Allah dan hari ini kita bermusyawarah untuk itu keluarkan semua ide ide yang kita miliki agar melahirkan keputusan lalu kita serahkan kepada Allah agar mendapatkan bimbingan atas program yang kita rapatkan,” kata Tasyrif Amin.

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu wujud ikhtiar adalah musyawarah. Maka dari itu, pesannya, bermusyawarahlah secara maksimal dan jangan pernah ragu atas pertolongan orang orang beriman dan terutama pertolongan Allah ta’ala.

Disadari dalam menjalankan dinamika organisasi biasa didapati terdapat miss komunikasi atau berbeda pendapat, namun ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah yang diamanah sebagai pendamping Rakerwil itu mengingatkan untuk melapangkan hati dan kejernihan fikiran.

“Semua dinamika yang kita lalui adalah bagian dari proses dan masih jauh dari tujuan tapi setidaknya memiliki arah yang jelas sesuai visi lembaga,” imbuhnya.

“Kita harus selalu ingat dalam membangun kinerja kepemimpinan yang baik idealnya memiliki tiga bingkai atau pilar, yang pertama adalah ideologisasi, regulasi dan uswah,” tambahnya.

Dijelaskan, ideologisasi adalah bagaimana semua orang faham terhadap apa yang ia lakukan sehingga ia hadir karena memahami konsep dan ini bisa dibangun melalui halaqah. Proses tazkiyah ini juga bisa didapat melalui halaqah.

“Kalau halaqah itu berjalan dengan baik maka beberapa persoalan teknis bisa melebur dengan sendirinya. Sebaliknya jika halaqah tidak jalan berarti dakwah fardhiyah juga tidak jalan, gerakan infaq juga tidak jalan dan semuanya tidak akan jalan,” katanya.

Meskipun tingginya ideologi seseorang kalau tidak diikat dengan regulasi maka akan nihil, maka disinilah dibutuhkan butuh penguatan regulasi.

“Dan uswah atau keteladanan menjadi faktor utamanya, sehingga selama dalam perjalanan mengemban misi dakwah interaksi antar sesama akan terbangun dengan penuh harmoni dalam bingkai watawa saubil haq watawa saubil shabr,” pungkas Taysrif.*/Muhammad Bashori

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.