Rakerwil Hidayatullah Jabar: Asih Subagyo Tekankan GNH

CIREBON (Hidayatullah.or.id) — Rapat kerja wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Jawa Barat berlangsung di kampus Yayasan Manarussalam Pondok Pesantren Hidayatullah Cirebon, pada 18-19 Januari 2020. Acara yang bertema “Konsolidasi Wilayah untuk Pencapaian Target Organisasi” dihadiri oleh Ustadz Asih Subagyo, selaku Kabid Perekonomian DPP Hidayatullah dan Ustadz Ruhyadi, selaku Kadep Koperasi dan Ekonomi Umat.

Rakerwil Hidayatullah Jabar ini diikuti oleh pengurus DPD Hidayatullah se-Jabar, Mushida, BMH, Pemuda Hidayatullah, Pos Dai, serta didukung oleh ElSyifa Grup dan Kubah Konveksi. Dalam sambutan acara itu, Ustadz Dadang Abu Hamzah, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Barat menyampaikan apresiasinya kepada peserta Rakerwil.

“Alhamdulillah, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang sudah hadir dan selama dua hari akan membahas program-prorgram. Semoga Allah kuatkan jasmani maupun rohani kita, dan Allah meridhai kita,” katanya.

Sementara itu, dalam pembukaannya Ustadz Asih Subagyo menyampaikan pentingnya bagi seluruh pengurus wilayah, pengurus daerah, kader, dan jamaah Hidayatullah untuk memahami visi, misi, dan jati diri Hidayatullah.

Selain itu, ia juga menegaskan, “Seluruh pengurus Hidayatullah harus memahami target umum organisasi yaitu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya insani, kaderisasi dan rekrutmen anggota, penguatan sistem organisasi, serta kemandirian ekonomi dan keuangan,” ungkapnya.

Peserta raker tampak bersemangat menyimak paparan dari Asih Subagyo dan Ruhyadi. Pada hari kedua, rakerwil juga menghadirkan narasumber lain, yaitu para pendamping kegiatan OPOP (One Pesantren One Product). Yaitu program Pemprov Jabar untuk membantu kemandirian pesantren. Hadir juga pada kesempatan itu Iwan Setiawan, kordinator wilayah sembilan, Doni dan Herlina, pendamping OPOP Kota Cirebon.

“Semoga program OPOP tahun 2020 ada dari Hidayatullah Jawa Barat yang mengikuti kegiatan OPOP, baik katagori yang sudah berjalan maupun masih baru rencana,” kata Doni.

“Nah, contohnya Pak Uzroni dari Pesantren Aqshal Madina Hidayatullah Cirebon ini, tahun lalu juara tingkat Kota Cirebon, dan Pak Toto dari Yayasan Manarussalam Hidayatullah Cirebon juara katagori star up tingkat Kota Cirebon, meskipun Pak Toto hanya juara di putaran pertama,” papar Doni.

Sebelum acara ditutup, Asih Subagyo memberikan arahan dan pesan-pesan.

“Terima kasih melihat mujahaddah peserta rakerwil, ada keinginan untuk maju dan memberikan yang terbaik untuk umat. Nah, setelah menyusun program kita semua harus mengawal kesepakatan tersebut agar terealisasi sesuai target,” ujarnya.

Menurut Asih, melaksanakan GNH perlu disegarkan, diimplementasikan bukan dalam rangka riya’, tapi ini komitmen. “Meski berat qiyamullail lail, wirid, membaca Al Qur’an tapi ini harus dikerjakan. GNH ini semacam rambu-rambu yang benar untuk menuju Allah.”

“Kita hadir di sini karena ikatan iman, kita bersatu, berkumpul di Hidayatullah. Tapi kalau ikatan pribadi, kepentingan pribadi, maka akan bubar, akan pecah, apalagi jika benih-benih iman sudah luntur pasti akan hancur,” pungkasnya.*Dadang Kusmayadi

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.