Albayan Agro Hidayatullah Makassar Mulai Penanaman

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Pertimbangan Hidayatullah Ust Dr Abd Aziz Qahhar Mudzakkar MSi secara resmi memulai tahap penanaman berbagai buah produktif di kawasan terintegrasi Albayan Agro Pesantren Hidayatullah Tompobulu, Maros, Sulsel, Rabu, 27 Rabiul Awal 1443 (3/11/2021).

Kegiatan tersebut ditandai dengan penanaman tahap pertama berupa buah Lengkeng jenis New Crystal yang merupakan variatas unggulan yang dikembangkan pakar pertanian Prof Dr Deden MSi.

“Kawasan terintegrasi Albayan Agro Pesantren Tahfizh Hidayatullah Tompobulu sengaja kita desain dengan mengadopsi konsepsi manhaj sistimatika wahyu Hidayatullah yakni terdiri dari kawasan pesantren, pemukiman, agrowisata maupun kawasan komersil untuk restoran dan lainnya. Insyallah menjadi kebaikan bersama bagi terwujudnya peradaban Islam,” urainya.

Sistimatika Wahyu merupakan manhaj atau metodologi berdasarkan urutan turunnya surah Al Quran yang diterapkan Hidayatullah dalam perjuangan dakwah dan tarbiyahnya mewujudkan peradaban Islam sejak didirikan 50 tahun lalu oleh KH Abdullah Said.

Penanaman perdana tersebut dihadiri pula Prof Deden yang memperkenalkan pula pupuk organik B-Grow yang menjamin tanaman buah yang dibudidayakan sukses berbuah.

Turut pula melakukan penanaman simbolis untuk ribuan pohon dari berbagai jenis buah pada lahan 16 hektar itu Ketua Dewan Murabi Wilayah Hidayatullah Sulsel Ust Ir Abdul Majid MA, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Buhari MPd, anggota Dewan Pembina Yayasan Albayan Hidayatullah Ust Drs Sumadiana MA.

Juga Kepala Perwakilan BMH Ust Kadir, Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Drs Muh Kaisar.

“Pengembangan kawasan Pesantren Tahfizh Hidayatullah Tompobulu ini juga sebagai dukungan kami terhadap kebijakan Pemprov Sulsel dan Pemkab Maros yang telah menetapkan Tompobulu sebagai kawasan agrowisata,, kami mengambil bagian dengan konsep wisata halal/religiusnya,” jelas Ketua Yayasan Albayan Hidayatullah Makassar Ust Suwito Fattah.

Berbagai jenis buah khas Indonesia, Sulsel dan buah yang disebut dalam quran/hadits akan menjadi atraksi wisata keluarga selain outbound dan food court maupun fasilitas diklat di Albayan Agrowisata.

Pohon buah yang ditanam merupakan hasil donasi para donatur BMH Sulsel. “Insyallah akan menjadi amal jariyah bagi para donatur BMH. Setiap buah yang dimakan santri dan setiap mili oksigen yang dihasilkan menjadi pahala kebaikan,” tambah Ust Kadir.

“Penataan lahan terus dilakukan dalam sebulan ini menggunakan alat berat untuk memudahkan pengembangan block plan yang telah direncanakan,” jelas konsultan desain kawasan Hidayatullah Muaz Yahya dari Panrita Sembilan.*/Firmansyah/ Hidayatullahmakassar.id