Kuliah Umum tentang Peran Milenial Bangun Peradaban Bangsa

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Pendidikan Tinggi Hidayatullah Batam terus berupaya agar civitas akademika (masyarakat akademik) di Pendidikan Tinggi Hidayatullah (PTH) mendapat wawasan keagamaan Islam dan kebangsaan Indonesia. Demikian dilakukan STIT Hidayatullah Batam, Salah satu PTH, mengundang Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Riau, Pror. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag, Sabtu, 1 Rabiul Akhir 1442 H (6/11/2021).

Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) XII Wilayah Riau-Kepri tersebut menjadi pemateri tunggal dalam acara yang mengambil tema: “Peran Generasi Millenial dalam Membangun Peradaban Bangsa”.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Badan Pembina Yayasan, Ust Jamal Nur, Ketua Badan Pengurus Yayasan, Ust Khoirul Amri, Rektor IAI, Ust M. Sidik, Ketua STIT HiBa dan STIT Mumtaz Karimun, Ust Ramli, Ust Sumarno, dewan asatidzah, dan 250 mahasiswa yang hadir.

Pak Prof Nas, demikian beliau disapa, mengawali dengan fenomena budaya bangsa yang luhur, tentang perkawinan, khususnya Melayu. Ia menyebut hal itu saat melakukan riset di sebuah wilayah.

Tapi kemudian berubah dengan tingginya nikah terpaksa (married by accident) disebabkan aturan uang jujuran/duit pengantar yang memberatkan. Akhirnya budaya bangsa yang luhur tersebut tergerus dan tidak sakral lagi.

Selanjutnya, Guru Besar Ilmu Psikologi ini juga mengulas tentang pentingnya legalitas keilmuan atau keterampilan seseorang agar terakui dengan baik.

“Karena hari ini, kualitas SDM itu mesti ada pengakuan legalitasnya. Bisa berupa sertifikat, ijazah, dan bukti otentik lainnya,” sebut Prof Khairunnas Rajab.

Tapi perlu ditegaskan, lanjut Prof Khairunnas, legalitas ijazah atau sertifikat itu tidak cukup. Ijazah pun harus sesuai dan seimbang. Jangan hanya butuh sertifikat.

“Sehingga SDM bangsa dan negara ini tidak menentu. Hendaknya kalian mengisi gelar sarjana dengan ilmu daripada hanya fokus dapat sertifikat ijazah itu,” tegasnya.

Selanjutnya Prof Khairunnas memberi gambaran dan kiat bagaimana meningkatkan kualitas SDM khususnya generasi milenial hari ini.

Yaitu, selain ada faktor kecerdasan intelektual (Intelegens Quotiens) yang beragam, juga mesti mengasah dan meningkatkan yang namanya Emotional Quotiens (kecerdasan emosional).

“EQ itu, apa yang disebut dengan kemampuan seseorang untuk mengenali, mengendalikan, dan menata emosi dan perasaan, baik diri sendiri maupun orang lain,” imbuhnya memberi penjelasan

“Banyak orang sukses yang dulunya bukan karena orang yang pintar,” lanjutnya lagi.

Selanjutnya meningkatkan kualitas spiritual quotiens (kecerdasan spiritual). Banyak ibadah, dzikir, puasa Senin-Kamis, puasa daud, berdoa.

“Ketika mampu mengelola emosional kita, tidak angkuh sombong dan menjaga spiritual kita, yaitu ibadah kepada Allah. Kita ibadah, doa, dll, maka dengan sendirinya anda akan semakin cerdas dan menjadi generasi milenial yang unggul,” imbuhnya.

“Paradigma ini yang harus dimiliki setiap mahasiswa, sebagai agen perubahan. Inilah generasi milenial, yaitu mampu berimprovisasi dan menjadi bagian masyarakat yang berperadaban,” pungkas Prof Khairunnas.

Kuliah umum dilaksanakan di Hallroom Aula Serbaguna Gedung Hidayatullah Asia Raya, Kampus 2 Putri Tanjung Uncang, Hidayatullah Batam. */Azhari