PLN Serahkan Bantuan Kebun Hidroponik, Langsung Panen Perdana

GUNUNG TEMBAK (Hidayatullah.or.id) – Pihak PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Kalimantan Timur dan Utara (UP2D Kaltimra) melakukan silaturahim dan serah terima bantuan program tanggung jawab sosial budidaya pertanian hidroponik kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Ummulqura Balikpapan.

Acara itu berlangsung di kantor YPPH Balikpapan, Gunung Tembak, Kalimantan Timur, Rabu, 11 Rabiul Akhir 1443H (17/11/2021).

Acara silaturahim itu dihadiri Himawan Sutanto selaku Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltimra. Himawan hadir mewakili General Manager PLN UIW Kaltimra, Saleh Siswanto, yang sedianya hadir namun berhalangan karena sakit.

Hadir pula sejumlah Dewan Pengawas dan Pembina Hidayatullah Ummulqura, Ketua YPPH Balikpapan Ustadz Hamzah Akbar, jajaran pengurus YPPH, serta para guru MI-SMH Putra.

Ustadz Hamzah dalam sambutannya mengaku bersyukur atas apa yang diberikan kepada pesantren. “Alhamdulillah ya ada hidroponik ini, ini juga bisa menjadi pembelajaran,” tuturnya.

“Yang kita perkuat sekarang kepada adek-adek (santri dan mahasantri) adalah mengenai pengelolaan kebun hidroponik ini agar senantiasa terjaga kesehatannya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pengelola kebun hidroponik bantuan PLN itu adalah mahasiswa STIS Hidayatullah. “Kita harapkan ini juga nanti kita bisa meng-upgrade skill mahasiswa dan mampu mengembangkan (perkebunan) ini.”

Pihak yayasan juga menyampaikan terima kasih terutama kepada para dosen dan mahasiswa. “Nanti mereka yang akan mengelola langsung di lapangan. In syaa Allah dana yang diinfakkan nanti akan dimaksimalkan.”

Bantuan kebun hidroponik itu merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Pesantren Hidayatullah Ummulqura dengan PT PLN. “Dalam hal ini merupakan bentuk kerja sama PLN dengan Ponpes Hidayatullah, Pak Ustadz,” tutur Himawan pada sambutannya.

Ia mengungkapkan, bantuan perkebunan hidroponik ini juga merupakan salah satu dari program kerja PLN. PLN menginginkan kehadirannya mampu memberikan kenikmatan dan kenyamanan terutama bagi para petani.

“Kita punya program membangun pertanian, dan satunya adalah hidroponik ini. Kami dari PLN berupaya untuk membantu pertanian. Apakah bisa? Bisa! Karena sekarang ini banyak perkebunan yang melibatkan ketenagaan listrik, satu di antaranya adalah perkebunan hidroponik,” jelasnya.

Kebun hidroponik dikelola oleh mahasiswa STIS Hidayatullah itu diharapkan Himawan bisa menjadi wadah pembelajaran bagi mereka dan menambah keilmuan bidang pertanian.

“Semoga hidroponik ini bisa bermanfaat untuk keilmuan terutama untuk pertanian. Ini bisa dimanfaatkan oleh adek-adek mahasiswa STIS Hidayatullah, ini bisa dikembangkan untuk keilmuan-keilmuan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ustadz Hamzah Akbar, bahwa mahasiswa mampu meningkatkan keilmuan mengenai bidang pertanian. Apalagi kelak mereka akan berada di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai informasi tambahan, Himawan mengungkapkan saat ini PLN memiliki dua program yang dapat diminati oleh masyarakat.

Pertama, mulai dari November hingga Desember 2021, ada program yang dinamakan ‘Nyaman Kompor Listrik’. Program ini tujuannya, kata dia, memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang ingin menggunakan kompor listrik. Nantinya, apabila masyarakat membeli kompor listrik di toko yang telah bekerja sama dengan PLN, maka konsumen itu akan mendapat diskon tambah daya.

Kedua, PLN Mobile. Program ini dinilai bermanfaat untuk pelayanan masyarakat, mulai dari pembelian token, bayar listrik, pengaduan, dan lainnya.

“Kami mohon dari ustadz-ustadz semua, semoga kami bisa melayani masyarakat dengan baik, supaya kami dimudahkan dan menjalankan tugas dan diberikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” ungkapnya penuh harap di akhir sambutannya di depan hadirin.

Sayur Tanpa Pestisida

Setelah secara simbolis penyerahan bantuan tersebut di kantor YPPH, berlanjut ke agenda berikutnya yaitu pemotongan pita sebagai simbolisasi peresmian perkebunan hidroponik tersebut. Himawan melakukan pemotongan pita didampingi Ustadz Hamzah dan para tetamu VIP di lokasi perkebunan itu.

Lokasi kebunnya berada di Kampus Dakwah, tepatnya di sebelah barat Kampus Tarbiyah Hidayatullah Ummulqura. Kebun ini berada di pinggir jalan masuk ke wilayah Villa Madani, salah satu kompleks permukiman warga Hidayatullah Gunung Tembak.

Himawan Sutanto melakukan pemotongan pita kebun hidroponik.* [Foto: SKR/MCU]
Sebagai informasi, Kampus Tarbiyah merupakan istilah bagi kampus pesantren yang dikelilingi pagar dan kanal. Disebut Kampus Tarbiyah karena di dalam kampus ini berdiri berbagai tempat pendidikan formal para santri dan mahasantri, putra dan putri. Sedangkan di luar Kampus Tarbiyah, disebut Kampus Dakwah, yaitu area yang ditempati warga Hidayatullah Gunung Tembak.

Di kebun hidroponik tersebut, para tamu dari rombongan PLN dan sejumlah ustadz Hidayatullah melakukan panen resmi perdana. Sayur-sayur yang dipanen saat itu antara lain sawi, selada air, bayam merah, dan lain-lain sebagainya. Para tamu pun diberikan oleh-oleh sayur mayur tersebut yang mereka pilih sendiri. Sayur yang dipetik langsung dari kebun itu tampak segar, baik sayur hijau maupun sayur merah.

Kepala Biro Humas YPPH Ustadz Hidayat Jaya Miharja mengatakan bahwa sayur-sayur hidroponik itu sehat karena dibudidayakan tanpa pestisida. “Ini enda pakai pestisida,” ujarnya di sela-sela acara panen yang berlangsung penuh kegembiraan dan keceriaan itu.

Dalam wawancara yang dilakukan di perkebunan hidroponik, kepada Media Center Ummulqura (MCU) Hidayatullah dan pewarta lain, Himawan mengungkapkan alasan dipilihnya kebun hidroponik. Yaitu karena hidroponik merupakan perkebunan yang modern, praktis, dan sehat.

Ia juga berharap agar dengan adanya bantuan seperti ini dapat mengembangkan aspek-aspek ekonomi dan lingkungan masyarakat.

“Kita bertekad mengembangkan aspek-aspek, ekonomi-ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kalau masyarakat ekonominya tumbuh. Maka listrik akan tumbuh. Itu bisa kita rasakan sebagaimana ketika masa seperti ini,” tuturnya.

Ia menyebutkan saat ini hubungan antara listrik, perkebunan, dan masyarakat ibarat ayam dan telur. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan dan saling membutuhkan.* (Asrijal/SKR/MCU)

Sumber: ummulqurahidayatullah.id