Pemuda Harus Jadi Solusi Persoalan Bangsa dan Dunia

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Dengan bekal ilmu yang memadai serta kebugaran fisiknya yang masih muda dan bertenaga, pemuda harus menjadi pelopor perubahan. Tidak malah asyik dengan rutininas yang tidak produktif.

“Pemuda jangan tenggelam dengan zona nyamannya dan terlalu asyik hanya berada di dalam mihrab. Pemuda harus berkontribusi dan menjadi solusi terhadap persoalan bangsa dan dunia hari ini,” kata Ketua Departemen Hubungan Antar Bangsa DPP Hidayatullah, Dzikrullah W Pramudya di Makassar.

Hal itu disampaikan beliau saat bersilaturrahim dan menyapa Pemuda Hidayatullah dan Mahasiswa Pesantren Mahasiswa Dai (Pesmadai) Makassar di Asrama Pesmadai Makassar, Rappocini, Makassar, Ahad, 21 Syawal 1443 (22/05/2022).

Turut membersamai sosok yang akrab disapa Babeh Dzikrul tersebut, Ketua Yayasan Al-Bayan Hidayatullah Makassar Ust Suwito Fatah MM dan Kadiv Operasi SAR Hidayatullah yang juga Pengurus Hidayatullah Sukoharjo Achmad Hamim serta relawan Sahabat Al Aqsa dr Aldi.

Di hadapan pemuda dan mahasiswa, mantan Pemimpin Redaksi majalah Suara Hidayatullah dan itu menyampaikan persoalan-persoalan yang seharusnya menjadi kesadaran ummat Islam, khususnya pemuda.

Ia juga mengutip perkataan pendiri Hidayatullah Allahyarham KH. Abdullah Said bahwa bersyahadat Jundullah, jangan bersyahadat egois, artinya jangan egois (tidak mau tahu) dengan persoalan bangsa dan ummat Islam.

“Tapi jadilah mujahid yang terlibat dalam perjuangan umat ini,” tegas wartawan senior ini.

Babeh Dzikru juga mengingatkan pemuda untuk meningkatkan literasi dan keilmuaan, sebab, terangnya, jihad yang benar dimulai dengan pemahaman atau ilmu yang benar.

Pada kesempatan yang sama peserta forum diskusi akhir pekan Pemuda Hidayatullah Sulsel turut mendengarkan pemaparan dan pengalaman sebagai relawan di daerah bencana dan konflik dari dr Aldi dan Achmad Hamim.

Diskusi selama dua jam tersebut dipandu Ketua PW Pemuda Hidayatullah Suls Abdurrahman Sibghatullah. Hadir pula Ketua PD Pemuda Hidayatullah Makassar Rachmat Ghafur Hamran serta mahasiswa dari Banglades, Syahid.*/Abid, Firman