Sosialisasi 4 Pilar yang Diikuti Guru Madrasah Digelar di Kampus Hidayatullah Depok

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Kemajuan teknologi dan informasi, juga bisa menjadi ancaman terjadinya perpecahan antar warga negara Indonesia. Misalnya saja sebuah berita hoax, yang kemudian menjadi sebuah potensi menimbulkan perpecahan bagi kesatuan NKRI.

Itulah yang ditekankan Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi DRA. Hj Wenny Haryanto, SH saat melakukan sosialisasi 4 pilar MPR RI yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan juga Bhinneka Tunggal Ika.

Pada kesempatan itu, Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Jln Kalimulya, Kebon Duren, Cilodong, Depok, menjadi tuan rumah gelaran acara tersebut, Senin, 7 Dzulqaidah 1443 (6/6/2022).

Guna mengantisipasi terjadinya perpecahan misalnya dari berita hoax dan lain sebagainya ini, menurut Wenny, tentunya haruslah terus ditanamkan tentang wawasan kebangsaan, tak terkecuali bagi para pengajar dan guru madrasah.

Peserta dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Utama Gedung Sekolah Pemimpin Hidayatullah Depok ini adalah para pengajar Madrasah mulai dari guru dan kepala Madrasah.

Sosialisasi dilakukan dengan turut menghadirkan Kepala Kemenang Kota Depok H. Asnawi, Kepala Yayasan Pesantren Hidayatullah Ust. Lalu Mabrul dan diisi dengan diskusi serta tanya jawab.

Kepada awak media, DRA. Hj Wenny Haryanto, SH menerangkan bahwa kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini sangatlah penting.

Wenny mengatakan, pedoman hidup yang menjadi dasar wawasan kebangsaan adalah Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Hal ini harus jadi pedoman yang diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agar tidak terjadi perpecahan meskipun berbeda pendapat, budaya dan sebagainya,” kata Wenny.

Anggota DPR RI ini pun menambahkan tantangan yang juga muncul terkait dengan kesatuan hidup berbangsa dan bernegara saat ini, adalah munculnya berita hoax.

Untuk itulah, kegiatan sosialisasi ini lanjutnya menyasar para pengajar Madrasah yang ada di Kota Depok.

Wenny menambahkan, sering ada muncul berita-berita hoax bahkan mengadu domba semua orang. Makanya kata dia perlu juga menyaring berita-berita yang beredar, dan hal-hal yang tidak baik.

“Dan melalui sosialisasi ini, kita berharap para pengajar madrasah bisa ikut menyosialisasikan kepada anak didiknya dan selanjutnya dapat menjalankan empat pilar di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.