Kerennya Kerajinan Bernilai Ekonomis oleh Penghuni Lapas Kelas II B Brebes

BREBES (Hidayatullah.or.id) — Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes tak semata menjadi penghuni lapas hingga masa terungku selesai. Ternyata mereka pun telah banyak melakukan hal positif, diantaranya membuat beragam kerajinan yang bernilai ekonomis.

Hal itulah yang disaksikan langsung oleh tim Islamic Medical Service (IMS) saat diajak berkeliling di lapas itu disela kegiatan tabligh akbar dan hapus tato dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT RI yang ke 77 tahun belum lama ini.

“Alhamdulillah, warga binaan memiliki kreatifitas yang luar biasa sehingga bisa membuat kerajinan yang bernilai ekonomis,” kata Ahmad Sathuri dari IMS dalam keterangannya kepada media ini, Kamis, 12 Safar 1444 (12/9/2022).

Kedatangan IMS bersama MTT ke Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes juga sekaligus melakukan kegiatan hapus tato dengan Tema “Hijrah Kemerdekaan Hakiki”, dimana bertepatan masih dalam suasana tahun baru hijriyah 1444 H dan peringatan HUT RI ke 77 tahun.

Sathuri menjelaskan, kegiatan di Lapas Kelas IIB Brebes ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan IMS, namun untuk di Jawa Tengah, Brebes merupakan lapas ketiga yang disambangi pihaknya dalam rangka ikut memberikan layanan terhadap WBP yang ingin hapus tato.

“Sebelumnya IMS sudah melaksanakan kegiatan yang sama di Lapas Kedungpane Semarang dan Lapas Perempuan Semarang,” imbuhnya.

Dalam sambutan acara tabligh akbar, Kepala Lapas IIB Brebes, Isnawan, menyampaikan bahwa yang berada di dalam belum tentu jahat dan yang berada di luar belum tentu baik. Untuk itu, ia berpesan pentingnya selalu bermujahadah menjadi pribadi yang semakin baik dari hari ke hari.

Kalapas Isnawan juga mengajak tim IMS untuk berkeliling melihat bengkel kerja WBP yang telah secara aktif menghasilkan kerajinan berupa pembuatan tali tambang, keset, hingga sandal hotel dan juga goody bag.

Tabligh akbar diikuti oleh semua warga binaan pemasyarakatan dengan jumlah sebanyak 289 WBP, sementara yang mengikuti kegiatan hapus tato berjumlah 22 orang.

“Alhamdulillah kesedaran WBP dalam mengikuti kegiatan tabligh akbar sangat baik, itu karena pembinaan kerohanian selama ini sudah berjalan secara rutin di lapas,” kata Sathuri.

Demikian juga dengan hapus tato, tidak ada paksaan bagi WBP untuk mengikuti kecuali kemauan sendiri untuk menghilangkan citra negatif yang melekat di tubuh nya barupa tato.

Isnawan berharap kegiatan ini bisa berjalan berkelanjutan, karena kehadiran masyarakat umum sangat membantu lapas dalam memberikan layanan kepada WBP yang belum bisa memenuhi semua kebutuhan yang dibutukan WBP.*/Alamsyah Jilpi