Kembangkan Pertanian Terpadu dan Berkelanjutan di Bontang

BONTANG (Hidayatullah.or.id) — Pagi itu, Kamis, 4 Safar 1444 (01/9/22) ada yang berbeda di Pesantren Hidayatullah Qaryah Mubarokah, di Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. Kerja sama antara PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan Kelompok Tani Hidayatullah Qaryah Mubarokah resmi diteken.

Kerjasama tersebut dimaksudnya pemberdayaan masyarakat dalam bidang pertanian terpadu dan berkelanjutan. Pengurus DPD Hidayatullah Bontang, Ust Usman Sulaiman, menjelaskan bahwa ini merupakan program unggulan DPD Hidayatullah Bontang untuk mengembangkan ekonomi produktif.

Gayung bersambut, PT. Pupuk Kaltim sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan masyarakat mendukung program tersebut. Dukungan itu diwujudkan dengan mengadakan tempat pelatihan dan pengembangan pertanian terpadu dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut diwujudkan dengan pencetakan sawah 1,1 ha, pemberian alat pertanian serta perbaikan irigasi. Adapun sawah tersebut akan digarap dengan metode sawah surjan, yang dikenal tangguh untuk berbagai medan tanah.

Sawah surjan yaitu metode menanam padi yang dikombinasi dengan tanaman lain yang mendukung pertumbuhan padi. Pada umumnya, tanaman yang digunakan adalah tanaman pertanian jenis palawija.

VP TJSL Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan melalui sistem sawah surjan, petani binaan didorong untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam satu lahan pada berbagai komoditas, dengan sistem tanam selang seling. Dimana pada musim kemarau, praktis petani tidak dapat menanam padi sehingga bisa diganti palawija. Lalu pada musim hujan, sawah bisa digenangi air secara baik untuk ditanami komoditas padi.

“Realisasinya pun sudah diawali dengan membekali petani binaan untuk pengelolaan lahan sawah surjan, termasuk berbagai dukungan langsung agar gagasan ini berjalan maksimal,” lanjut Anggono.

Implementasi konsep pertanian modern melalui Smart Green House mulai dikembangkan PT Pupuk Kaltim, menggandeng kelompok tani binaan Qoriyah Mubarokah ini digagas dalam upaya mendorong terwujudnya pertanian terpadu dan berkelanjutan, melalui implementasi pertanian presisi dengan pendampingan optimal.

Konsep pertanian ini dilaksanakan melalui sistem pentahelix, di atas lahan seluas 1.000 meter persegi di kawasan pertanian Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat hingga pemerintah dalam mewujudkan inovasi melalui kolaborasi aktif dan sinergis. Hal ini pun diharap tak hanya mampu mendorong tata kelola pertanian secara optimal, tapi juga memberi nilai tambah bagi petani dan masyarakat sekitar.

“Secara konsep, smart green house akan dikembangkan menjadi potensi agrowisata unggulan di Kalimantan Timur, sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat terkait tata kelola pertanian secara terintegrasi,” ujar Anggono Wijaya.

Selain memulai pembangunan smart green house, tahap awal pengembangan program juga dilaksanakan melalui budidaya sawah surjan oleh kelompok tani binaan, yang merupakan inisiasi pertama di Kalimantan Timur. Hal ini melihat kondisi lahan pertanian di kawasan Ponpes Hidayatullah cocok untuk berbagai jenis tanaman pangan, palawija dan hortikultura. (kp/hio)