Rutan Klas IIA Kebanyakan Penghuni, Tarawih Bergiliran

Tempat sholat tarawih dikala terang hari / kp

Tempat sholat tarawih dikala terang hari / kp

Hidayatullah.or.id — Seperti masyarakat umumnya, para warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Samarinda, juga menjalankan ibadah saat Ramadan. Berbagai persiapan dilakukan untuk menjalankan kegiatan di bulan penuh berkah tersebut.

Diantaranya adalah salat tarawih. Bukan perkara mudah mempersiapkan salat tarawih untuk para warga binaan, apalagi di penjara berkapasitas 350 orang, namun dihuni 980 orang.

Walhasil, sistem giliran diberlakukan agar semua warga binaan yang beragama Islam, bisa melaksanakan salat tarawih.

“Masjid dan lapangan yang kami miliki menampung 350- 400 orang. Jadi, kami gilir yang salat hari pertama siapa, hari kedua, dan hari berikutnya,” ujar Kepala Rutan Klas IIA Samarinda, Nurwulanhadi Prakoso.

Nurwulanhadi mengaku, mengeluarkan tahanan sebanyak itu dalam satu waktu tentu sangat mengkhawatirkan.

Oleh karenanya, kata dia, tiga staf administrasi yang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan diperbantukan, mengawasi pelaksanaan salat tarawih secara bergiliran tiap malamnya.

Selain itu, pegawai yang berdomisili di sekitar rutan juga dianjurkan salat tarawih di masjid rutan. Sehingga, dapat membantu pengawasan warga binaan. Sebab, dengan 20 sipir laki-laki yang terbagi dalam 4 sif dan 6 sipir perempuan yang dibagi dalam 3 sif, dianggap kurang memadai mengawasi 400 warga binaan yang sedang salat dan lebih dari 500 warga binaan dalam tahanan.

Pada Ramadhan ini Rutan menyediakan masjid dan tenda untuk jamaah laki-laki. Sedangkan jamaah perempuan ditempatkan terpisah di ruang besuk tahanan.

“Saya juga salat tarawih di sini. Masalah imam dan penceramah, kami sudah bekerja sama dengan Baznas dan Pesantren Hidayatullah,” imbuhnya dikutip harian lokal Kaltim Post, kemarin.

Selain tarawih, kegiatan rutin adalah membaca Alquran. Pihak rutan telah memilih 10 warga binaan yang dinilai memiliki kemampuan mengaji. Sebab, bacaan Alquran mereka akan diperdengarkan ke masyarakat dengan pengeras suara.

Bagi warga binaan yang nonmuslim dan tidak berpuasa, pihak rutan tetap mempersiapkan makan pagi dan siang selama Ramadan. Nurwulanhadi menyebut, ada sekitar 40 warga binaan nonmuslim di rutan. (nyc/er/ybh)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.