“Aku Menyadari, Dai Full-time adalah Profesi Terbaik di Dunia”

Dai Fulltime Profesi Terbaik di DuniaHidayatullah.or.id – Berprofesi sebagai dai atau pendakwah Islam (muballigh) memang tak populer. Namun sejatinya inilah pekerjaan atau profesi terbaik di dunia ini.

Demikianlah ditekankan oleh dai internasional Dr Zakir Abdul Karim Naik. Pendakwah kelahiran 18 Oktober 1965 di Kota Mumbai, India, ini sejatinya adalah seorang dokter. Namun ia kemudian bertekad menjadi dai yang menyebarkan ajaran Islam dengan nilai-nilai keagungan dan kearifan Islam.

Selain sebagai seorang dokter, Zakir adalah dai yang memiliki disiplin ilmu terutama tentang theologi dimana ia menguasai kitab suci berbagai agama di dunia itu.

Zakir Naik bahkan enegaskan bahwa dai adalah profesinya dan menurutnya itulah pekerjaan terbaik di dunia. Hal itu dia ungkapkan dalam sebuah ceramah terbuka di Malaysia, dikala ada seorang penanya bertanya tentang bagaimana dia mendidik anak-anaknya.

“Bagaimana kau membesarkan putrimu menjadi penceramah internasional yang sukses sedangkan wanita dianggap lemah dan rapuh? Terima kasih,” begitu kata seorang siswi Sekolah Permata Insan.

Dr Zakir Naik menjawab:

Yang aku pahami dari pertanyaanmu, “Bagaimana kau membuat putrimu menjadi penceramah sukses sehingga dia bisa berceramah di depan publik?”

Merupakan kewajiban setiap muslim untuk berdakwah. Menurut Surat Al Ashr,

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman, mengerjakan amal shalih dan saling menasehati dalam kebenaran derta menasehati dalam kesabaran” (QS. Al Ashr: 1-3)

Minimal ada empat syarat yang diperlukan manusia manapun untuk bisa masuk surga. Yang pertama adalah iman, yang kedua adalah amal shalih, yang ketiga menasehati supaya mentaati kebenaran atau berdakwah, yang keempat menasehati supaya bersabar.

Jadi menurut surat Al Ashr, ada empat syarat yang harus kau penuhi untuk masuk surga. Mungkin kau muslim yang baik, shalat lima waktu, puasa Ramadhan dan berhaji, tapi jika kau tidak melakukan dakwah, kau tidak akan masuk surga.

Jadi setiap muslim harus menjadi dai paruh waktu (part-time). Ini wajib. Lebih jauh Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 104.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulang orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran: 104)

Di sini Allah berfirman tentang dai penuh waktu (full-time). Sebagaimana ada dokter penuh waktu, insinyur, pengacara, pebisnis. Berapa banyak dai penuh waktu yang ada? Merekalah orang yang beruntung.

Kau tahu aku, aku kuliah kedokteran. Menurutku dokter adalah profesi terbaik di dunia. Tapi setelah bertemu Syaikh Ahmed Deedat, aku menyadari bahwa dai adalah profesi yang lebih baik.

Tentang pertanyaanmu, aku akan menjadikan anak-anakku baik laki-laki maupun perempuan menjadi dai. Sebab itu adalah profesi terbaik. Inilah profesi para Nabi. Dan ketika aku mendirikan sekolah di Bombay, ini adalah edukasi dunia dan akhirat. Ketika anak-anak bergabung dengan sekolah ini, kami memberikan pendidikan untuk dunia dan akhirat.

Ketika anak-anak bergabung dengan sekolah ini pada usia 2,5 tahun, kami mengajari mereka bahasa Inggris dan bahasa Arab di Playgroup. Ketika kelas 5 SD, mereka telah paham Al Quran.

Mereka yang memilih hifdz, menjadi hafidz saat kelas 5 SD. Ketika mereka kelas 9 atau 10, mereka bisa menerjemahkan sebagian besar Al Quran.

Kebugaran fisik juga perlu. Ketika kelas 5 atau 6 mereka wajib mendapatkan sabuk hitam bela diri.

Ketiga anakku, masya Allah, semuanya hafal Quran. Mereka pemegang sabuk hitam dalam bela diri. Alhamdulillah.

Mereka hafidz Quran, bisa berbahasa Inggris dan kami mengajari mereka bicara di depan publik sejak usia empat tahun. Jadi sejak balita kami mengajari mereka berbicara di depan audiens.

Jadi ketika anak-anak kami usia lima, enam dan tujuh tahun, kau bisa menyaksikan mereka di Peace TV berbicara di hadapan ribuan orang.”

Tonton videonya:

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.