Hidayatullah Kehilangan Sosok yang Selalu Optimis

INNA LILLAAHI wa inna ilaihi rojiun, Allah telah memanggil hamba yang insyaallah dicintai-Nya yaitu Ustadz Ahmad Hasan Ibrahim. Beliau lahir 17 Januari 1950 dan wafat di hari Ahad 13 Februari 2022, Pukul 16.50 sore, di usia beliau 72 tahun.

Beliau adalah salah satu pendiri Hidayatullah. Ada Allahuyaham Ustasz Abdullah Said, Ustadz Hasyim HS, Allahuyarham Ustadz Usman Palese dan Ustadz Nadzir Hasan.

Beliau ustadz Hasan Ibrahim dikenal sosok yang senantiasa optimis. Sebagai salah satu pendiri Hidayatullah, dari awal, bagaimanapun kondisinya tetap optimis dan selalu memberikan semangat kepada para ustadz dan santri.

Termasuk terkait sakitnya beberapa tahun terakhir ini, beliau tidak pernah mengeluhkan atau mengungkapkan rasa sakitnya. Kepada istri dan anak anak juga tidak pernah menyampaikan rasa sakitnya.

Wajah yang senantiasa senyum manis kepada siapa saja dan optimis sehingga usia 70 tahun masih terlihat awet muda.

Penampilannya selalu necis, perlente dan rapih, persis seperti pejabat. Rambut, baju, celana dan sepatunya rapih.

Kepada siapa saja senantiasa husnudzan. Tidak pernah bersangka buruk dengan orang lain.

Beliau juga akrab dengan semua kalangan, baik kepada para ustadz senior dan santri muda. Sehingga merasa dekat dengan beliau.

Semangatnya mengalahkan rasa sakitnya. Sehingga jika badan enak sedikit maka beliau setiap selasa hadir ke DPP Hidayatullah untuk datang menyapa dan ngobrol dengan para pengurus.

Amanah terakhir beliau menjadi Ketua Majelis Penasehat Hidayatullah. Berbagai tugas sudah beliau jalani, menjadi bendahara, pengembangan ekonomi di Hidayatullah dari awal hingga tingkat pusat.

Beliau telah wafat meninggal dunia, meninggalkan karya dan jasa perjuangan Islam lewat Hidayatullah. Beliau juga mewariskan keteladanan bagi generasi pelanjut Hidayatullah.

Kita sebagai generasi pelanjut berkewajiban untuk meneruskan perjuangan Islam lewat Hidayatullah ini. Semoga Allah memberikan ampunan dan pahala kebaikan serta ditempatkan di surga Allah, Aamiin.

Ust. Abdul Ghaffar Hadi