Bangun Wawasan Global dengan Membaca Sirah Nabawiyah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Salah satu hal penting yang harus menjadi bekal bagi pemuda Islam dewasa ini adalah membangun wawasan global. Diantara yang perlu dilakukan dalam upaya tersebut adalah dengan membaca sejarah Nabi (sirah nabawiyah) yang tidak saja memuat wawasan Islam secara global melainkan juga menjadi rujukan aktual dalam memahami peta sejarah dan dinamika kontemporer dari zaman ke zaman.

Hal itu disampaikan Ketua Departemen Hubungan Antar Bangsa DPP Hidayatullah, Babeh Dzikrullah, dalam acara webinar internasional Hidayatullah 50 Tahun Global Forum yang digelar Yayasan Albayan Kampus Utama Hidayatullah Makassar, Sabtu, 28 Zulhijah 1442 (7/8/2021) malam.

“Sejarah Rasulullah jika dibaca serius maka pikiran dan wawasan kita akan terbuka dan terdorong sebagai muslim internasionalis. Sebagaimana jika kita ucapkan laillahaillaha maka dunia otomatis menjadi kecil sekali,” kata Babeh.

Babeh berpesan kepada peserta webinar yang juga diikuti oleh segena santri Hidayatullah Makassar, bahwa setiap muslim sepatutnya menggantungkan dan berusaha mewujudkan cita-citanya dengan bersandarkan pada contoh dan keteladanan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa shallam.

“Selain dari sunnah Rasulullah, kita di Hidayatullah juga ikhtiar perjuangannya merujuk pada perjuangan orang-orang terbaik terdahulu (shalafus saleh),” katanya.

Babeh menekankan bahwa kemenangan Islam itu semata atas pertolongan Allah, karena itu dituntut kesabaran dalam segala usaha yang dilakukan. Menurutnya, kesabaran adalah modal utama dari perjuangan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesungguhan. Babeh mencontohkan kesungguhan dalam perjuangan Dinasti Utsmaniah mempersiapkan selama 200 tahun penaklukan Konstantinopel.

Menurut Babeh, ada empat syarat untum meraih kemenangan. Pertama, ketaatan total pada Allah dengan kecintaan pada Quran dan sunnah. Kedua, membangun diri, keluarga dan masyarakat sebagaimana cara (sunnah) Rasulullah.

Ketiga, istiqomah di jalan fisabilillah dengan meninggikan kedekatan dengan Allah ta’ala melalui ibadah seperti qiyamul lail, sedekah, dan menjaga persaudaraan. Keempat, “istiqomahlah sampai akhir hayat,” katanya.

Babeh melanjutkan, Hidayatullah sebagai sebuah haraqah gerakan dakwah saat ini sedang membangun dirinya supaya sesuai peradaban Islam yang telah dijelaskan dan disediakan Allah dalam Quran dan hadits.

“Maka seluruh kader Hidayatullah dan ummat harus tanamkan perhatian pada pusat-pusat peradaban Islam; Makkah, Madinah, Baitul Maqdis, kota penting Islam seperti Baghdad, Damaskus dan lainnya,” tandasnya.*/Firman/ Hidayatullahmakassar.id