IMS Silaturahmi Bersama Komunitas Punk

Semangat Ramadhan masih membara dalam diri kita. Itulah modal utama yang dimiliki sahabat hijrah untuk melakukan perubahan tidak hanya untuk mereka tetapi mengajak teman-teman mereka yang masih berada dijalanan.

Kegiatan kajian syawalan anak punk yang dikemas dalam Jum’at Berkah ini menjadi pijakan perubahan ruhaniah sekaligus memberikan solusi kemandirian ekonomi bagi mereka.

“Alhamdulillah, Allah masih sayang kepada saya karena digerakkan hati ini melalui kejadian-kejadian di jalanan. Saya ingin berubah, karena sudah punya anak umur 8 bulan.” Ungkap Icank salah satu anggota punk kajian dengan mata berkaca-kaca.

“Meskipun memiliki masa lalu yang kelam, tidak ingin anak-anak saya seperti saya. Mereka harus lebih baik dari saya”. Tambahnya.

“Tujuan kami, mengajak teman-teman yang dijalanan untuk kembali ke jalan Allah. Meskipun memiliki banyak keterbatasan ilmu, dan tempat belajar kami hanya di trotoar atapun di samping perempatan jalan raya, tetapi kami punya tekad untuk berubah” tutur Iwan Dai Punk.

“Untuk keberlangsungan program, kami melakukan inventarisir jumlah anggota mereka, dengan tujuan untuk ketepatan sasaran program yang bersifat jangka panjang” ungkap Muhajirin Divisi Program IMS.

Pada kesempatan kali ini, dr Fifi dari RSIJ Sukapura memberikan tips dan materi tentang “Tetap Menjaga Protokol PSBB dalam Setiap Kegiatan”
Disampaikan secara online menggunakan zoom Meeting.

Kajian online ini diikuti oleh beberapa orang dengan berbagai latar belakang dan sekitar 15 orang anak punk. Jumlah anak punk sendiri ketika hari biasa sejumlah 50 an orang, namun karena masih massa PSBB sehingga jumlah peserta dibatasi.

Bagi anak-anak punk, baru pertama kalinya mendapatkan materi tentang kesehatan langsung secara online dari ahlinya. Tanya jawab interaktifpun berlangsung cukup seru diantara seluruh peserta yang ikut tanpa kecuali anak punk.

Oleh beberapa sponsor diberikan voucher menarik bagi para peserta yang aktif selama acara berlangsung.

“Alhamdulillah ‘ala nikmatillah Islamic Medical Service (IMS) bersama LazisMU, Manthab, Jannahqu, PT.Pin, RSIJ Sukapura, madu RR, Sarung Al Aqso, MT Al-Kautsar Lebak Bulus menginisiasi Kajian Syawalan sekaligus Sharing Session secara online 05/06/20 langsung dari basecame punk di Cileungsi” Jelas Imron Faizin direktur IMS.

“Kegiatan kumpul-kumpul online ini memiliki semangat kolaborasi untuk aksi nyata bagi perubahan teman-teman punk agar tidak kembali ke jalanan, dan yang paling mendesak adalah menghapus masa lalu berupa tato yang ada di tubuh mereka” imbuh faiz panggilan akrab imron faizin.

Kegiatan sederhana tapi membawa misi perubahan bagi kehidupan yang lebih baik.*Amanjikefron

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.