Islamic Medical Service Usung Spirit Pengabdian Keummatan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sejak awal tahun 2021 ini, lembaga layanan kesehatan Hidayatullah, Islamic Medical Service (IMS) terus melakukan pembenahan, penguatan mutu, pemantapan standar dan mengangkat beragam program yang diharapkan manfaatnya semakin besar menyasar khalayak yang lebih luas.

Setalian dengan itu, pembina IMS, Marwan Mujahidin, mendorong agar kiprah IMS terus diteguhkan dengan mengusung spirit pengabdian keummatan yang penuh dedikasi dan loyalitas tinggi.

“Setap amanah yang kita pikul adalah tanggung jawab yang besar dan pastinya akan dimintai pertanggung jawaban,” kata Marwan dalam kegiatan sosialisasi struktur baru pengurus IMS yang diadakan di salah satu meeting room Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, beberapa waktu lalu (5/2/2021).

Lebih lanjut, Marwan menyampaikan bahwasanya ketika kita sudah diberikan amanah, maka seketika itu sudah harus ditanamkan dalam dalam bahwa tugas ini adalah momentum festival amal shaleh yang harus disegerakan.

“Setiap amanah adalah kesempatan fastabiqul khairat bagi yang memikul amanah tersebut, kita berlomba lomba dalam kebaikan. Maka, bergeraklah,” tukasnya.

Dia pula mengajak segenap pengurus IMS untuk melihat ke dalam dengan kembali memantapkan niat dan dan meneguhkan visi berkhidmat kepada umat di bidang kesehatan melalui IMS. Dia menegaskan, IMS adalah ladang dalam meluaskan dakwah sehingga di sana dibutuhkan ketahanan diri dan mentalitas pejuang.

“Mainstream dan spirit perjuangan harus terus dibangun. Tanamkan di dalam jiwa bahwa IMS ini adalah bagian dari gerakan dakwah dan saya adalah pelaku atau orang yang sedang berjuang dalam dakwah dan sekali lagi yakinkan pada diri kita bahwa IMS ini ada nilai dakwah di sana,” katanya.

Karena itu, Marwan melanjutkan, wawasan idiil, wawasan keislaman dan kelembagaan perlu selalu disegar-segarkan agar orientasi kerja kerja keumatan IMS ini senantiasa terjaga dengan baik.

Dikatakan dia, sebagaimana dalam sistem penugasan di Hidayatullah, IMS tidak memandatori tugas berdasarkan kemampuan sumber daya insani semata, atau hanya pertimbangan kehebatan intelektual atau kemampuan skil praktisnya. Namun lebih dari sekedar itu, yang paling utama adalah aspek integritas, moralitas dan kapabilitas.

“Jadi, kalau ada perombakan struktur yang tadinya jadi ketua tiba-tiba jadi angota, tidak usah galau. Tidak usah resah dan tidak usah merana. Kembalikan kepada visi dan tujuan awal di IMS yaitu untuk berjuang dalam dakwah,” ucapnya.

Marwan menambahkan, pengalaman adalah bagian depan sejarah dan kalian sedang ada di depan sejarah. Maka dari itu buatlah sejarah yang baik, baik dikenang, dicontoh, dan selalu dirindukan keberadaannya.

“Boleh bersedih tapi sedih perjuangan, boleh menagis tapi tangisan perjuangan dan sejatinya alur perjuangan itu terus jalan, terus maju, bukan berhenti lalu jatuh,” imbuhnya seraya menukil Al Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 2 sebagai jawaban atas setiap perjuangan. “Jangan takut, jangan risau selama Al-Qur’an masih menjadi pegangan,” tandasnya.*/Alamsyah Jilpi