Biadabnya Teroris Penembak Masjid Annur di Selandia Baru

Beberapa anggota keluarga tampak di luar masjid Annur yang menjadi lokasi penembakan di Christchurch, Selandia Baru, 15 Maret 2019 / Foto: Reuters

SELANDIA BARU (Hidayatullah.or.id) — Aksi terorisme penembakan terhadap jamaah di Masjid Annur di Christchurch, Selandia Baru, yang terjadi pada hari Jumat, 15 Maret 2019, pukul 13:40 (waktu setempat), sungguh terkutuk dan brutal.

Hari ini beredar di media sosial video penembakan yang direkam pelaku penembakan terhadap sejumlah orang yang sedang berada di sebuah masjid.

Dalam video yang diterima dan informasi dihimpun hidayatullah.com, penempakan tersebut direkam oleh pelaku penembakan brutal.

Teroris pelaku penembakan brutal tersebut menyiarkan aksinya secara live sejak dari luar hingga di dalam masjid. Pada potongan tayangan 1:17 menit dari 17 menit siaran yang dilakukan pelaku, tampak seorang pria bersenjata senapan semi otomatis tanpa pandang bulu memberondong jamaah masjid usai shalat Jumat.

Siaran streaming bermula saat pelaku berjalan di samping jalan Masjid Al Noor (Annur) di Deans Ave, sesaat setelah memarkir mobilnya di jalan masuk terdekat. Pria itu bersegera seraya menenteng senapan masuk ke dalam masjid.

Salah seorang jamaah masjid yang terlihat tengah menuju ke dalam ruangan masjid melalui lorong utama, tanpa babibu langsung diberondong tembakan.

Habis korban pertama jatuh, korban kedua yang tampaknya terluka berada tak jauh dari korban pertama, berupaya merangkak di lorong utama masjid, namun terus ditembak lagi beberapa kali.

Pelaku penembakan brutal ini pun melenggang masuk sambil melepaskan tembakan ke ruangan di kanan-kiri lorong yang berisi sejumlah jamaah.
Sesampainya di ruangan utama, jamaah, terlihat para pria, yang tampaknya tak menyadari adanya kejadian itu dan tengah menghadap ke arah berlawanan langsung ditembak. Pelaku pun menyapukan tembakan ke segenap penjuru ruangan masjid dengan membabi buta.

Terdengar teriakan orang-orang. Tampak ada jamaah yang berlari sepertinya lolos dari kejadian tersebut.

Beberapa jamaah yang berupaya mengamankan diri dan meringkuk di sudut ruangan semua ditembak saat pria bersenjata itu memblokir lorong utama, untuk memotong upaya jamaah melarikan diri.

Usai menghamburkan pelurunya, dalam tayangan live itu, pelaku kemudian memasukkan kembali magasin, menelusuri kamar-kamar masjid dengan menembak berulang kali, berhenti beberapa kali untuk mengisi magasin.

Selesai itu pelaku kemudian keluar masjid melalui pintu depan setelah kurang dari tiga menit di dalam dan menuju ke jalan seraya menembakkan tembakan acak ketika mobil melaju melewati.

Seorang saksi mata yang diwawancara TVNZ mengatakan, seorang pria memasuki Masjid Al Noor dengan menenteng senapan semi otomatis pada pukul 13.45 waktu setempat.

“Saya mendengar suara letusan senjata api. Lalu, ketika suara itu terdengar kembali, saya pun lari. Banyak jamaah sedang duduk di lantai masjid. Saya berlari ke bagian belakang masjid,” katanya kutip INI Network.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan ini adalah kejadian terkelam dan tak pernah terjadi sebelumnya di negara tersebut. Dia juga mengatakan seorang tersangka telah ditahan aparat, tapi mungkin ada lainnya yang terlibat.

“Hingga saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut,” jelas Kementerian Luar Negeri RI dalam rilisnya diterima hidayatullah.com Jakarta, Jumat siang WIB.

Di media sosial, aksi terorisme ini menjadi trending topic. Penembakan brutal tersebut dikecam sedemikian rupa. “Biadab,” kecam salah seorang aktivis di Depok, Jawa Barat, kecaman serupa datang dari berbagai pihak.

Indonesia turut mengecam aksi terorisme tersebut. MUI, Hidayatullah dan sejumlah organisasi Islam turut mengutuk kebiadaban tersebut. Dilaporkan sejauh ini, tak kurang 30 jamaah dilaporkan meninggal akibat penembakan brutal ini.*

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.